Perempuan Zaman Dulu Lakukan Hal Mengerikan Demi Tampil Cantik, Krim Wajah Radioaktif Hingga Timah

Namun, siapa sangka orang zaman dulu harus menghadapi tren kecantikan yang cukup mengerikan.

Editor: Amirullah
intisari
Tren kecantikan zaman dulu 

SERAMBINEWS.COM- Saat ini perawatan kecantikan dapat kita lakukan dengan mudah, cukup datang ke salon kecantikan atau melakukannya sendiri.

Semuanya dilakukan dengan mudah tanpa menyiksa setiap bagian dari tubuh kita.

Namun, siapa sangka orang zaman dulu harus menghadapi tren kecantikan yang cukup mengerikan.

Tak jarang hal itu menyiksa fisik para wanita yang ingin tampil cantik.

Baca: Pelatih Luis Milla Belum Perpanjang Kontrak, Tuntutan Fasilitas Jadi Kendala

1. Memakai korset dengan lubang tali logam

Pada zaman dulu, wanita harus memakai korset yang dibuat dengan lubang tali logam yang sangat ketat untuk bisa mendapatkan pinggang yang ramping sehingga membatasi pernapasan mereka.

Dalam jangka panjang, korset yang mereka pakai dapat menyebabkan atrofi otot, merusak tulang rusuk dan tidak sejajar dengan tulang belakang.

Hal itu dilakukan karena korset digunakan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sempurna.

Baca: Wabup Simeulue Serahkan Bantuan Masa Panik Kepada Korban Kebakaran

2. Makan arsenik

Pada abad ke-19 beberapa wilayah di Styria, wilayah yang mencakup bagian-bagian dari Austria modern dan Slovenia mengonsumsi arsenik untuk menghasilkan kulit yang berkembang, mata yang cemerlang dan tampil seksi.

Mereka memakannya sedikit, lebih dari itu mereka bisa mati. Begitu mereka mulai makan arsenik secara teratur, meskipun pernah berhenti, mereka akan menderita gejala yang menyakitkan seperti muntah dan kejang otot.

Selain itu, arsenik bisa merusak yodium yang diperlukan untuk fungsi tiroid.

Baca: Viral Video Oknum Polisi Berpangkat Aiptu Pesta Sabu di Rumah Gembong Narkoba, Ini 5 Faktanya

3. Pengikatan kaki

Tradisi pengikatan kaki kemungkinan dimulai sekitar abad ke-10. Pengikatan kaki dirancang untuk mengubah kaki wanita menjadi cantik dengan hanya memiliki panjang sekitar 8 cm.

Hal itu dilakukan dengan melipat jari-jari kaki ke bawah dan mengikatnya erat-erat. Praktik yang menyakitkan ini dimulai saat seorang anak berusia 3 sampai 4 tahun dan terus berlanjut sampai memasuki usia dewasa.

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved