Jaksa Tahan Dua Mantan Keuchik

Kejaksaan Negeri Nagan Raya menahan BK, mantan keuchik definitif dan SM, mantan penjabat (Pj) keuchik Desa Bumi Sari

Jaksa Tahan Dua  Mantan Keuchik
kompas.com
Ilustrasi 

* Diduga Korupsi Dana Desa dalam Proyek Fiktif

SUKA KAMUE - Kejaksaan Negeri Nagan Raya menahan BK, mantan keuchik definitif dan SM, mantan penjabat (Pj) keuchik Desa Bumi Sari, Kecamatan Beutong, Kamis (6/9). Penahanan kedua tersangka dilakukan atas dugaan korupsi proyek fiktif menggunakan dana desa 2015 yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 127 juta lebih.

“Dua tersangka mantan keuchik Bumi Sari bersama barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 70 juta kita serahkan kepada pihak Kejaksaan dan dana tersebut bagian dari proyek fiktif yang diambil oleh keuchik tersebut,” Kata Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim AKP Bobby Putra Ramadhan Sebayang didamping Kanit Tipikor Brigadir Vitra Ramadani kepada Serambi, Kamis (6/9) dalam jumpa pers di Mapolres Nagan Raya.

Disebutkan, dua mantan keuchik tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 21 Mei 2018 dalam kasus proyek fiktif berupa pembangunan terobosan jalan desa dan jalan permukiman pada tahun 2015.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ke lapangan tidak ditemukan adanya pengerjaan fisik, alias proyeknya fiktif,” kata Brigadir Vitra Ramadani.

Disebutkan dari hasil audit Inspektorat Aceh ditemukan kerugian negara Rp 120 juta dari kucuran dana yang dikucurkan ke sebuah perusahaan bernama Bumi Sari sebesar Rp 306 juta. Kasi Pidsus pada Kejaksaan Negeri Nagan Raya Mukhsin SH mengatakan pihaknya telah menerima berkas tersangka beserta barang bukti.

Sementara kedua tersangka untuk tahap pertama akan ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Meulaboh, guna melengkapi berkas dakwaan.

“Mengingat tempat persidangan akan dilakukan di Banda Aceh dengan jarak tempuh hampir 5 jam perjalanan, maka kedua tersangka langsung kita tahan setelah diserahkan oleh pihak Polres Nagan Raya kepada kita, guna melengkapi berkas dakwan dan memudahkan pelaksanaan persidangan,” jelas Mukhsin.

Para tersangka dibidik dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang PemberantasanTindak Pidana Korupsi. Disebutkan juga bahwa para tersangka diancam dengan pidana penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun.

Terungkap dari Pemeriksaan Saksi
Sebelumnya pihak Polres Nagan Raya memperoleh laporan dari warga terkait adanya indikasi penyimpangan dana desa. Atas laporan itu penyidik melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan.

Akhirnya kedua mantan keuchik tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan informasi pada 2015 pemerintah menetapkan anggaran untuk Desa Bumi Sari sebesar Rp 306 juta lebih, dari jumlah dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infra struktur gampong.

Dana tahap pertama digunakan untuk pembangunan jalan kemukiman dan tahap kedua untuk pembangunan terobosan jalan desa. Namun setelah dilakukan pengecekan fisik pekerjaan tidak ditemukan, sehingga diduga telah terjadi pekerjaan fiktif. Kasus tersebut terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Dalam penyelidikan, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti. Termasuk surat bukti penarikan dana tahap 1 dan 2, serta laporan pertanggungjawaban dana desa yang tidak lengkap sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta sejumlah bukti lainnya.

Dalam pemeriksaan juga terungkap, sejumlah pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku justru tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help