CPNS 2018

Subulussalam tak Dapat Jatah CPNS 2018, Ketua MPD Minta Disdikbud dan BKPSDM Bertanggung Jawab

Jaminuddin meminta Wali Kota Subulussalam Merah Sakti ikut bertindak dengan mencopot para pejabat yang dinilai gagal ini sebagai bentuk punishment.

Subulussalam tak Dapat Jatah CPNS 2018, Ketua MPD Minta Disdikbud dan BKPSDM Bertanggung Jawab
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Jaminuddin B, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Subulussalam, Irwan Yasin dinilai sebagai satu pihak yang bertanggungjawab terhadap kosongnya formasi CPNS 2018 di kota itu.

"Karena salah satu lembaga yang tidak membuat Anjab/ABK adalah Disdikbud Subulussalam, dan ini sangat kita sayangkan," kata Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Jaminuddin, kepada Serambinews.com, Senin (10/9/2018).

Hal itu ia sampaikan terkait tidak adanya formasi CPNS 2018 di Subulussalam akibat beberapa dinas tidak mengajukan analisis jabatan (Anjab) dan analisa beban kerja (ABK) sebagai salah satu syarat mengajukan rekrutmen CPNS ke pemerintah pusat.

Kenapa hanya meminta pertanggungjawaban Kadisdikbud saja, Jaminuddin mengatakan hal itu sesuai tupoksinya sebagai Ketua MPD, meski ia juga berharap instansi lain juga memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat di Kota Sada Kata ini.

Info CPNS 2018 - Pemko Subulussalam Dipastikan tak Dapat Formasi CPNS, Ini Penyebabnya

Kepala BKPSDM: Kecil Peluang Subulussalam Dapat CPNS 2018, Kecuali Ada Keajaiban

Jaminuddin mengatakan, setelah mengamati sejumlah statement Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Subulussalam, ia menyimpulkan Dinas Pendidikan setempat masuk dalam salah satu pihak yang bertanggungjawab.

Sebab dinas tersebut hingga kini belum menyerahkan Anjab dan ABK, dan jikapun sudah dibuat dinilai sudah terlambat.

Sehingga, kata Jaminuddin, usulan 700 formasi CPNS untuk Kota Subulussalam dipastikan gagal terkecuali ada keajaiban alias mukjizat.

Untuk itu, Jaminuddin yang juga aktivis LSM Gerakan Masyarakat Pembebasan (Gempa) meminta Kadisdikbud Subulussalam Irwan yasin bertanggungjawab terhadap hal ini.

"Rakyat Kota Subulussalam sangat dirugikan dan kami menilai sosok kadis ini tidak ada prestasinya. Itu kita lihat dari dunia pendidikan di Subulussalam tanpa arah capaian sehingga sederet masalah selalu timbul dari lembaga ini," cetus Jaminuddin.

Pendaftaran CPNS Guru Dapat Diakses 19 September Melalui sscn. bkn.go.id, Perhatikan 6 Hal Ini

CPNS 2018 - Seleksi Dilakukan Melalui 2 Jalur: Formasi Umum dan Formasi Khusus, Apa Perbedaannya?

Menurut Jaminuddin, ia harus menyampaikan uneg-unegnya terkait kegagalan Subulussalam mendapat kuota CPNS.

"Sebab sekarang hancur harapan masyarakat Subulussalam yang anaknya, cucunya atau kerabatanya sekolah dan bercita-cita ingin menjadi abdi negara. Padahal peluang itu sudah dibuka oleh kementerian PAN & RB," kata Jaminuddin.

Jaminuddin juga meminta adanya tindaklanjut dari legislatif dengan meminta pertanggungjawaban instansi terkait termasuk kepala BKPSDM Kota Subulussalam.

CPNS 2018 - Seleksi Dibuka 19 September, Besaran Gaji Pertama hingga Tunjangan yang Bisa Didapat!

CPNS 2018 - Syarat bagi Lulusan S1/D4, D3, SMA/Sederajat, Ada Keistimewaan untuk Predikat Cumlaude!

Jaminuddin juga mendesak semua instansi di Subulussalam yang menyebabkan tidak adanya jatah CPNS 2018 meminta maaf kepada masyarakat. Jika memang merasa gagal, ia juga menyarankan pejabat terkait mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Terakhir, Jaminuddin meminta Wali Kota Subulussalam Merah Sakti ikut bertindak dengan mencopot para pejabat yang dinilai gagal ini sebagai bentuk sanksi atau punishment.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved