Malaysia

Dituduh Lakukan Pencucian Uang, Pengacara Najib Razak Ditangkap

Menurut data dalam lembar rincian biaya yang dipegang penyidik, ia menerima hasil yang dianggap ilegal

Dituduh Lakukan Pencucian Uang, Pengacara Najib Razak Ditangkap
Al Jazeera
Pengacara Najib Razak 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Seorang pengacara mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituduh menerima suap sebesar USD 2,3 juta.

Aparat kepolisian Malaysia mengumumkan tengah melakukan penyelidikan terhadap lebih dari 50 orang yang dicurigai terkait dengan penjarahan multi miliar dolar dari dana investasi negara, 1MDB.

Pengacara tersebut bernama Muhammad Shafee Abdullah, ia ditangkap pada Kamis kemarin dan langsung dibawa ke pengadilan Malaysia, dimana ia bersikeras mengaku tidak bersalah atas empat tuduhan yang dialamatkan padanya.

Keempat tuduhan itu meliputi dua tuduhan pencucian uang dan dua tuduhan menghindari pajak dengan membuat deklarasi palsu atas pajak penghasilannya.

Baca: PNS Koruptor Terbanyak Berasal dari Kementerian Perhubungan dan Provinsi Sumatera Utara

Baca: Alasannya Tak Masuk Akal, Bocah Usia 13 Tahun Tega Bunuh 2 Adik Kandung yang Masih Balita

Dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat (14/9/2018), Shafee dilaporkan menerima USD 2,3 juta dari kliennya itu, ia pun dituduh melakukan korupsi dan pencucian uang.

Menurut data dalam lembar rincian biaya yang dipegang penyidik, ia menerima hasil yang dianggap ilegal itu melalui transfer dari rekening pribadi Najib.

Yang pertama sebesar USD 1,04 juta yang ditransfer pada September 2013, selanjutnya transfer uang senilai USD 1,26 juta pada Februari 2014.

Shafee merupakan pengacara yang memiliki peranan penting bagi Najib, seorang mantan Perdana Menteri Malaysia yang berbulan-bulan menghadapi serangkaian masalah, mulai dari kekalahan elektoral, menghadapi tuduhan pencucian uang, pelanggaran kepercayaan kriminal, hingga kasus korupsi terkait skandal 1MDB.

Mengetahui apa yang dialami pengacaranya, Najin pun mengkritik tindakan pengadilan Malaysia sebagai bentuk politik untuk mengintimidasi Shafee.

Baca: Diduga Terlibat Narkoba, Polres Amankan Lima Oknum Polisi

Baca: VIDEO - Darwati Diperiksa Pengadilan Banda Aceh, Pemilik Akun Timphan Aceh Minta Maaf

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved