Luar Negeri

Ini 4 Fakta Swastika yang Ditetapkan Jadi Simbol Nazi Jerman Pada 15 September 1935

Swastika menjadi lambang yang menghadirkan ketakutan dan kebencian tersendiri ketika diadposi Jerman Nazi sebagai bendera negaranya

Ini 4 Fakta Swastika yang Ditetapkan Jadi Simbol Nazi Jerman Pada 15 September 1935
Anggota kelompok neo-Nazi Polandia dilaporan sebuah stasiun televisi swasta lokal merayakan ulang tahun Adolf Hitler.(TVN24 via Times of Israel) 

SERAMBINEWS.COM - Nama Adolf Hitler dicatat sejarah sebagai salah satu diktator yang saat berkuasa menghadirkan ketakutan, terutama di Eropa.

Dengan "berkendaraan" partai Nazi yang berhaluan nasionalis-sosialis, Hitler menginginkan hegemoni Jerman secara absolut di Eropa.

Secara perlahan, veteran Perang Dunia I ini pun mulai bergerak menguasai negara di sekitarnya.

Ketika Adolf Hitler menjadi pemimpin yang menamakan diri Fuhrer, dia mulai mengubah semua yang ada.

Baca: Kebiasaan Aneh Adolf Hitler dan Idi Amin: dari Suka Makan Anak Burung Merpati hingga Larva Tawon

Ada masalah yang dimiliki mantan orang satu Nazi Jerman yang belum diketahui banyak orang. Menurut sejarawan yang menelitinya, Hitler punya masalah mikropenis selama hidupnya.
Ada masalah yang dimiliki mantan orang satu Nazi Jerman yang belum diketahui banyak orang. Menurut sejarawan yang menelitinya, Hitler punya masalah mikropenis selama hidupnya. (Metro.co.uk)

Doktrinasi mengenai keunggulan ras "Arya" sebagai nenek moyang bangsa Jerman yang melebihi ras negara lain, mulai ditanamkan.

Pada 15 September 1935, Nazi pun mengadopsi bendera baru dengan menampilkan lambang swastika.

Bendera menggunakan latar berwarna merah dengan lingkaran putih di dalamnya, lengkap dengan gambar swastika.

Baca: Uni Soviet Pernah Buat Tank Terbang, Ini 5 Tank Rusia yang tak Pernah Terlibat Pertempuran

Berikut sejumlah fakta mengenai "swastika":

1. Berasal dari bahasa Sanskerta

Dilansir dari Encyclopædia Britannica, Swastika berasal dari bahasa Sanskerta, "svastika" yang secara umum memiliki arti "kesejahteraan" dan "nasib baik".

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved