Inilah Penjelasan Medis Terkait Kasus Kelahiran Bayi Bermata Satu

Dilansir dari Health Line, kondisi ini disebut dengan cyclopia yang terjadi ketika bagian depan otak tidak membelah menjadi belahan kanan dan kiri.

Inilah Penjelasan Medis Terkait Kasus Kelahiran Bayi Bermata Satu
Kolase TRIBUN MEDAN
Bayi bermata satu serta tanpa hidung lahir di Panyabungan, Mandailing Natal, meninggal dunia, Kamis (13/9/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Pada Kamis (13/9/2018), bayi bermata satu lahir di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kelahiran bayi bermata satu ini membuat masyarakat geger.

"Benar, tadi siang sudah kami lihat. Kondisinya sangat memprihatinkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mandailing Natal, Syarifuddin Nasution sebagaimana dilansir Tribunnews.com, Jumat (14/9/2018).

Selang delapan jam setelah dilahirkan bayi perempuan itu pun meninggal dunia di RSU Panyabungan.

Baca: 8 Fakta Bayi Bermata Satu yang Lahir di Mandailing Natal, Hanya Bertahan Hidup Selama 8 Jam

Namun jika ditilik dari segi medis, kondisi apakah sebenarnya ketika bayi terlahir dengan satu mata?

Dilansir dari Health Line, kondisi ini disebut dengan cyclopia yang terjadi ketika bagian depan otak tidak membelah menjadi belahan kanan dan kiri.

Gejala paling jelas dari cyclopia yakni kepemilikannya pada hanya satu mata.

Bayi dengan cyclopia biasanya juga tidak memiliki hidung, tetapi pertumbuhan mirip hidung kadang berkembang di atas mata saat bayi dalam kandungan.

Baca: Perjalanan Hidup Via Vallen Sebelum Populer, Kini Honor Manggung Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah

Cyclopia sering menyebabkan keguguran atau kematian setelah dilahirkan.

Ini dikarenakan kondisi yang tak dapat menyesuaikan dengan kehidupan.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help