Kesehatan

Rambut Rontok Berlebihan? Kenali Penyebab dan Solusinya Sebelum Terlambat!

Rambut rontok memang bisa terasa sepele di awal, tapi jika dibiarkan, bisa berdampak besar pada kepercayaan diri dan kualitas hidup kamu.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Amirullah
Canva.com
RAMBUT RONTOK - Seorang wanita sedang menyisir rambut dan melihat rambutnya rontok. Berikut adalah cara mengatasi rambut rontok. 

SERAMBINEWS.COM - Siapa disini setiap kali menyisir rambut, jumlah helaian yang tertinggal di sisir rambut terasa makin banyak? Atau mungkin kamu mulai sadar kalau belahan rambut tampak makin lebar?

Rambut rontok memang bisa terasa sepele di awal, tapi jika dibiarkan, bisa berdampak besar pada kepercayaan diri dan kualitas hidup kamu.

Yang perlu kamu tahu yaitu kerontokan dalam jumlah kecil adalah hal normal. Namun, ketika rambut rontok melebihi 100 helai per hari, tubuh bisa saja sedang memberi sinyal adanya gangguan dari dalam.

Rambut rontok adalah kondisi di mana rambut terlepas dari kulit kepala lebih cepat atau lebih banyak dari siklus alami pertumbuhannya.

Melansir dari Prevention, dr. Mona Gohara, seorang dokter kulit bersertifikat sekaligus profesor klinis di Yale School of Medicine, menjelaskan bahwa siklus alami rambut terdiri dari dua fase utama yaitu sekitar 90 persen rambut berada dalam fase pertumbuhan, dan 10 persen berada dalam fase rontok.

Namun, ketika keseimbangan ini terganggu baik karena faktor internal maupun eksternal kerontokan pada rambut bisa menjadi berlebihan dan sulit dikendalikan.

Baca juga: Ternyata Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok Adalah dengan Bawang Merah, Begini Caranya!

Berikut ini Serambinews merangkum sejumlah penyebab umum rambut rontok, dari faktor kesehatan hingga kebiasaan sehari-hari.

Langkah Pertama: Cari Tahu Kondisi Kesehatan Anda

Sebelum mencari solusi dengan produk perawatan rambut, penting untuk memeriksa apakah kerontokan disebabkan oleh masalah medis.

Menurut dr. Gohara, langkah pertama yang paling bijak adalah melakukan tes darah melalui dokter umum. Ini dapat membantu mengidentifikasi masalah metabolik seperti:

  • Kekurangan zat besi atau vitamin (vitamin D, B12, folat)
  • Gangguan tiroid
  • Penyakit autoimun

Tak hanya itu, perubahan hormon juga memainkan peran besar, terutama pada wanita menjelang atau saat menopause.

Dr. Jessica Shepherd, dokter kandungan dan pakar menopause yang juga penulis buku Generation M, menyebutkan bahwa penurunan hormon estrogen dan progesteron selama masa perimenopause dapat memperlambat siklus pertumbuhan rambut, sehingga rambut menjadi lebih tipis dan rapuh.

Baca juga: Punya Permasalahan Rambut Rontok? Begini Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Rambut Rontok

Jika Bukan Masalah Medis, Coba Telusuri Gaya Hidup Anda

Setelah masalah kesehatan dan pengobatan dikesampingkan, langkah selanjutnya adalah memeriksa kebiasaan sehari-hari.

Kebiasaan sehari- hari yang bisa mempercepat kerontokan rambut. Dr. Gohara menyarankan untuk “mengupas lapisan bawang” satu per satu demi menemukan akar masalahnya.

1. Apakah Anda Sedang Stres?

Stres bukan cuma memengaruhi suasana hati, tapi juga bisa mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Baik stres fisik (misalnya pasca operasi) maupun emosional (seperti kehilangan orang terdekat) dapat membuat rambut masuk ke fase rontok lebih cepat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved