Rintik Hujan Warnai Pembukaan GAMIFest

Suasana Lapangan Lapangan Musara Alun, Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah

Rintik Hujan Warnai Pembukaan GAMIFest

TAKENGON - Suasana Lapangan Lapangan Musara Alun, Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (14/9) malam gegap gempita dengan rangkaian pembukaan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018, meski berlangsung di bawah rintik hujan.

Sejak lepas magrib, warga dari berbagai penjuru terlihat mulai berdatangan ke Lapangan Musara Alun, tempat dilaksanakannya open ceremony GAMIFest 2018. Prosesi pembukaan dimulai pukul 08.30 WIB bersamaan dengan hadirnya Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah bersama empat bupati dari Gayo dan Alas.

Sedangkan dari pemerintan pusat, diwakili oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenpar RI, Reza Pahlevi serta sejumlah pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang tiba di lokasi pembukaan bersama empat bupati terlihat mengenakan baju kerawang Gayo. Di pintu masuk panggung utama, Nova disambut tarian khas Dataran Tinggi Gayo.

Sebelum pembukaan, seorang penyair asal Gayo, Fikar W Eda membacakan barisan puisi yang membakar semangat para pengunjung. Dengan ekspresi wajah menggebu-gebu dibarengi dengan rentetan kalimat penuh makna, melahirkan gemuruh tepuk tangan ribuan warga.

GAMIFest merupakan parade seni budaya yang dilaksanakan di empat kabupaten di wilayah tengah Provinsi Aceh, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Namun untuk pembukaan dipusatkan di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Pembukaan ditandai dengan pemukulan teganing (alat musik tradisional Gayo) secara serentak oleh Plt Gubenur bersama sejumlah pejabat yang hadir.

Nova Iriansyah dalam pidato pembukaan menyebutkan, Negeri Gayo dan Alas merupakan negeri yang kaya raya, negeri di atas awan, negeri impian. Akan sangat disayangkan apabila negeri ini dipinggirkan dan dilupakan. “Kami berharap, semua potensi negeri Gayo dan Alas akan menjadi penopang bagi republik ini di masa yang akan datang,” kata Nova.

Disebutkan, untuk memperkenalkan branding Aceh kepada dunia, tentang destinasi wisata dengan ragam pesona alam, serta budaya, salah satunya melalui even GAMIFest 2018 yang diselenggarakan 14 September hingga 24 November 2018. “Selama kegiatan ini, berlangsung beragam seni budaya Gayo, akan ditampikan oleh seniman lokal sesuai dengan karakter aslinya,” sebut Nova Iriansyah.

Nova Iriansyah meyakini, para pengunjung yang menyaksikan deretan seni budaya Gayo Alas akan terpesona. Termasuk juga bila sudah melihat keindahan budaya Gayo, tidak akan melupakannya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dalam sambutanya mengatakan, Pemkab Aceh Tengah bersama dengan tiga kabupaten lainnya di Gayo dan Alas, akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik untuk menyelenggarakan even olahraga, wisata alam, serta kegiatan seni budaya dalam rangkaian GAMIFest 2018.

Menurut Shabela, GAMIFest diharapkan bisa menjadi lokomotif yang membawa lebih banyak wisatawan berkunjung sehingga memberi manfaat secara ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “GAMIFest ini jangan menjadi yang pertama dan terakhir. Kami berharap bisa dilaksanakan berkelanjutan,” harapnya.

Kemeriahan open ceremony GAMIFest 2018, semakin lengkap dengan hadirnya pertunjukan tari saman yang memukau para penonton. Tidak hanya sampai di situ, tarian kolosal yang dihelat dibawah rintik hujan, semakin menambah semarak even tersebut. Acara ditutup dengan performance musik tradisi oleh Ervan Ceh Kul. (my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved