Pidie Dapat Kuota CPNS 367 Orang

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan

Pidie Dapat Kuota CPNS 367 Orang
Intisari online

SIGLI - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan kuota formasi CPNS untuk Pidie tahun 2018 berjumlah 367 orang. Kuota yang diberikan Kemenpan-RB lebih banyak dibanding yang diusulkan Pemkab Pidie berjumlah 228 orang.

Sekda Pidie, Muliyadi kepada Serambi, Senin (17/9), membenarkan kuota CPNS untuk Pidie tahun ini 367 orang. Kuota tersebut berdasarkan rekomendasi yang dituangkan dalam keputusan Kemenpan-RB Nomor 129 Tahun 2018.

Menurutnya, Kemenpan-RB juga memberikan formasi khusus untuk kategori dua (K2) dengan jumlah CPNS direkrut 39 orang. Untuk guru wajib berpendidikan paling rendah S1 yang dihitung sejak November 2013. K2 yang mengikuti formasi khusus adalah mereka yang tidak lulus saat mengikuti ujian CPNS bersama K2 lainnya.

“K2 yang tidak lulus itu diberikan peluang untuk tes lagi. K2 wajib membawa nomor tes ujian tahun lalu, karena nomor ujian itu tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membuktikan pernah ikut ujian. Sistem ujian sama dengan formasi umum, cuma K2 bersaing sesama K2,” kata Muliyadi didampingi Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Pidie, Mukhlis.

Ia menyebutkan, untuk formasi umum S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pemkab Pidie menerima 151 orang. Berikutnya, S1 guru Penjasorkes 15 orang, guru agama S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 13 orang.

Berikutnya, Pemkab Pidie juga merekrut CPNS untuk menjadi tenaga pendidik di SLB Truebue, Kecamatan Mutiara Timur. Jumlah yang dibutuhkan tiga orang dengan persyaratan S1 atau D-IV. Guru Bahasa Indonesia delapan orang, guru Bahasa Inggris tujuh orang, Pendidikan Bimbingan Konseling enam orang dan guru fisika tiga orang. Sementara untuk guru sejarah, geografi, dan ekonomi masing-masing diterima satu orang. Sedangkan guru matematika dibutuhkan tiga orang.

“Untuk guru PPKN diterima tiga orang. Guru seni dan dudaya enam orang, dan guru TIK enam orang. Semua guru yang diterima sebagai CPNS paling rendah pendidikan S1,” ujarnya.

Tenaga kesehatan
Sekda Muliyadi juga menginformasikan, untuk tenaga kesehatan Pemkab Pidie merekrut 55 orang dengan rincian dokter umum 12 orang, spesialis anak satu orang, spesialis anastesi satu orang, spesialis bedah dua orang, spesialis bedah mulut satu orang, dan spesialis kandungan dua orang.

Berikutnya, dokter spesialis kulit dan kelamin dua orang, spesialis paru dua orang, spesialis penyakit dalam dua orang, spesialis radiologi dua orang, dan spesialis rehabilitasi medik satu orang. “Pemkab juga menerima CPNS S1 Keperawatan dan Diploma Tiga (D3) keperawatan berjumlah 27 orang,” kata Muliyadi.

Sementara untuk tenaga teknis dibutuhkan 45 orang, analis hukum lima orang orang, analis kepegawaian 10 orang, analis bangunan dua orang, pengelola sistem dan jaringan tiga orang. auditor ahli 22 orang, dan auditor kepegawaian empat orang.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved