Salam

Hati-hati Bermedsos, Ini Daerah Rawan

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo, mengatakan Provinsi Aceh dan Papua

Hati-hati Bermedsos, Ini Daerah Rawan
google/net

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo, mengatakan Provinsi Aceh dan Papua merupakan dua daerah yang sangat rawan atau memiliki potensi kerawanan sangat tinggi saat penyelenggaraan pesta demokrasi. Di dua daerah tersebut potensi persoalan harus diantisipasi menjelang Pemilu Legislatif maupun Pilpres 2019.

Berbicara dalam acara peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dua hari lalu di Jakarta,

Soedarmo mengaku berpengalaman berada di dua daerah tersebut saat Pilkada serentak. Karena itu ia berkesimpulan Aceh dan Papua memiliki potensi kerawanan cukup tinggi. Ia jelaskan, indikator tingkat kerawanan ini memiliki berbagai macam dimensi. Kerawanan ini salah satu pemicu utamanya ialah ketidaknetralan penyelenggara Pemilu baik KPU dan Bawaslu. Untuk mengatasinya perlu ketegasan dari para penyelenggara Pemilu. “Agar teman-teman Bawaslu dan KPU betul-betul mampu menjaga netralitas. Yang terpenting adalah tindak tegas tanpa memihak pada salah satu pihak.”

IKP yang dirilis Bawaslu menyebutkan, salah satu kerawanan adalah ujaran kebencian dan SARA di seluruh Indonesia. “SARA dan ujaran kebencian selalu menjadi kerawanan laten muncul dalam pemilu,” ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin.

Berdasarkan IKP 2019 yang dirilis Bawaslu, sebanyak 90 daerah atau 17,5 persen dari kabupaten atau kota seluruh Indonesia masuk dalam kategori rawan tinggi isu ujaran kebencian dan SARA di pemilu 2019. Sementara itu, sisanya 424 daerah atau 82,5 persen kabupaten/kota masuk kategori rawan sedang. “Salah satu kerawanan adalah ujaran kebencian dan SARA di seluruh Indonesia. SARA dan ujaran kebencian selalu menjadi kerawanan laten muncul dalam pemilu,” ujar Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin.

Sejalan dengan itu, pihak kepolisian di Aceh menyatakan akan secara serius memantau media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terkait Pemilu 2019 oleh pihak-pihak tertentu. Tim Satgas ini akan setiap saat memantau hal tersebut di media sosial selama tahapan hingga selesainya Pemilu 2019. Hoaks atau kabar palsu dan ujaran kebencian biasanya banyak bermuatan SARA, yang tujuannya memojokkan kontestan tertentu dalam Pileg atau Pilpres.

Justru itulah, para pengguna media sosial harus berhati-hati agar jangan sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Jangan sembarangan menyebarkan kabar, foto, dan video yang belum jelas kebenarannya. Juga jangan sembarangan menyebarkan konten-konton berunsur SARA dan ujaran kebencian, meski itu adalah fakta. Ingat, ini daerah yang dicap paling rawan.

Penyebaran ujaran kebencian danm SARA bukan hanya akan berhadapan dengan pihak kepolisian, tapi juga bisa menganggagu suasana damai yang sedang kita rajut bersama. Bawaslu, KIP, Pemerintah, Parpol, dan para Bacaleg juga hendaknya menjadi pihak yang harus secara terus-menerus mengingatakan masyarakat, bukan malah menjadi bagian yang memancing kegaduhan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Nah!?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved