PDAM tak Mampu Bayar Gaji Karyawan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu, Pidie Jaya, kini dalam kondisi merugi

PDAM tak Mampu Bayar Gaji Karyawan
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
PEKERJA sedang menyelesaikan penggalian pipa PDAM Tirta Krueng Meureudu di lintasan jalan Meunasah Lhok Kecamatan Meureudu 

MEUREUDU - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu, Pidie Jaya, kini dalam kondisi merugi dan tidak mampu membayar gaji 31 karyawannya untuk tiga bulan terakhir. Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsul Bahri, menyebutkan kerugian perusahaan itu disebabkan besarnya tunggakan rekening air ditambah lagi seringnya terjadi kebocoran pipa induk yang membuat air terbuang percuma.

“Kerugian yang kami alami saat ini sekitar Rp 450 juta. Pascagempa bumi Desember 2016 lalu, tunggakan rekening air cukup besar. Padahal seluruh biaya operasional seperti pembelian kaporit dan tawas, termasuk untuk membayar gaji karyawan, hanya bersumber dari pemasukan tersebut,” kata Syamsul Bahri, Senin (8/10).

Minimnya pemasukan perusahaan milik Pemkab Pijay ini menyebabkan gaji karyawan jatah bulan Juli hingga September, dengan total Rp 200 juta, hingga saat ini belum dibayar. Pihak PDAM pun tak maksimal menagih rekening air dari pelanggan, karena banyak pelanggan tak lagi menerima suplai air PDAM, disebabkan banyaknya kebocoran pipa distribusi.

Kondisi keuangan PDAM ini semakin parah karena Pemkab Pijay tidak memberikan subsidi. “Berbeda dengan daerah lain yang PDAM-nya disubsidi Pemkab/Pemko, PDAM Tirta Krueng Meureudu sejak pertama dibentuk hingga kini tak pernah mendapat subsidi,” ungkapnya.

Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsul Bahri, mengungkapkan persoalan kebocoran pipa yang terus dialami perusahaan itu. Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat 12 titik kebocoran pada pipa karet yang dipasang Balai Wilayah Sungai Aceh beberapa tahun lalu.

Menurutnya, pipa yang dipasang tahun 2014 dan 2015 itu, seharusnya masih bertahan hingga saat ini jika menggunakan pipa yang berkualitas. “Tapi, pipa yang dipasang Balai Wilayah Sungai Aceh itu merupakan pipa bermutu rendah. Sehingga wajar jika pipa ini banyak bocornya,” ujar Syamsul Bahri.

Dampak dari kebocoran pipa di 12 titik itu, mengecewakan ratusan pelanggan di kawasan Kecamatan Ulim, Jangkabuya, dan Bandardua.

Sementara, potensi pemasangan sambungan baru yang diajukan 2.000 calon pelanggan, tidak bisa ditindaklanjuti karena banyaknya persoalan yang dihadapi PDAM itu saat ini. “Saya sudah pernah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Pijay, H Aiyub Abbas. Tapi kurang direspons,” kata Syamsul.(ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved