Pembacok Pacar Hadapi Sidang Tuntutan

Aulia (20), pedagang ayam asal Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen yang terjerat kasus pembacokan

Pembacok Pacar Hadapi Sidang Tuntutan
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Berkas serta tersangka dan barang bukti kasus pembacokan remaja putri warga Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan Bireuen sudah diserahkan ke Jaksa untuk proses selanjutnya, Kamis (16/8/2018). 

* Pada Rabu Depan

BIREUEN - Aulia (20), pedagang ayam asal Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen yang terjerat kasus pembacokan pacarnya sendiri berinisial FM (18), 28 Mei 2018 lalu, akan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen pada Rabu (17/10) mendatang. Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mochammad Jeffry melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Hendra menjawab Serambi, Jumat (12/10) sore.

Dikatakan Hendra, terdakwa sudah mengikuti enam kali persidangan dengan agenda meminta keterangan para saksi. Sebutnya, ada sekitar 10 orang saksi yang sudah dimintai keterangan dalam enam kali sidang tersebut. “Sidang pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Rabu depan yang merupakan sidang ketujuh, agendanya adalah pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Aulia,” terang Hendra.

Kasi Pidum Kejari Bireuen ini menjelaskan, dalam sidang tuntutan Rabu depan, terdakwa akan dijerat dengan pasal berlapis, salah satunya adalah Pasal 355 ayat 1 KUHAP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aulia (20), warga Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen yang berprofesi sebagai pedagang ayam mengakui perbuatannya membacok sang pacar FM (18). Menurut Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, di hadapan penyidik yang memeriksanya secara intensif, tersangka mengaku membacok teman dekatnya itu dengan sebilah parang.

Ditahan di Rutan Bireuen
Pada bagian lain, Kasi Pidum Kejari Bireuen, Hendra mengungkapkan, saat ini terdakwa Aulia masih ditahan atau dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen. “Selama mengikuti persidangan, terdakwa kita titipkan di Rutan Bireuen,” ucapnya.

Menurut Hendra, status terdakwa saat ini memang masih tahanan titipan jaksa, belum berlabel narapidana. “Karena belum vonis, maka terdakwa masih berstatus tahanan titipan jaksa. Nanti, kalau sudah divonis majelis hakim, baru dia berstatus narapidana,” ulas Hendra.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help