Longsor dan Banjir Masih Landa Singkil

Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir masih mendera Aceh Singkil secara bersamaan

Longsor dan Banjir Masih Landa Singkil
ABUTMENT jembatan Lae Ijuk, penghubung Jalan Provinsi Singkil-Gunung Meriah, amblas, Sabtu (13/10). 

SINGKIL - Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir masih mendera Aceh Singkil secara bersamaan. Kejadian itu menyebabkan transportasi lumpuh serta aktivitas warga terganggu. Longsor menimbun Jalan Singkil-Sibolga, Sumatera Utara, sepanjang kira-kira 200 meter di kawasan Desa Situbuh-tubuh, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, Jumat (12/10) malam.

Selain jalan, longsor juga menimbun rumah Joshua Berutu, yang terletak di pinggir jalan. Rumah mengalami rusak berat, bagian atap terpisah dengan bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, sebab pemilik telah meninggalkan rumah sebelum kejadian. Akibat jalan tertutup longsor transportasi dari ke dua arah di jalan nasional tersebut lumpuh total lebih dari 24 jam.

“Memang ada pelintas asal Medan, kena longsor saat singgah di rumah tersebut. Tapi hanya luka ringan dan sudah meneruskan perjalanan,” kata Camat Danau Paris Zulhelmi, Sabtu (13/10). Longsor berasal dari bukit yang terletak di sebelah kanan jalan dari arah Singkil. Setelah hujan deras terus mengguyur, membuat tanah labil hingga terjadi longsor yang cukup besar.

Apalagi bukit di kawasan itu tidak ada tanaman selain kelapa sawit. Pemkab Aceh Singkil mengerahkan alat berat untuk membersihkan timbunan tanah di badan jalan. Menjelang tengah hari kendaraan sudah mulai bisa melintas.

“Cukup panjang yang tertimbun longsor. Pak Bupati, sudah instruksikan Pak Nazri (Asisten II) mengarahkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan tanah longsor,” kata Sekda Aceh Singkil, Azmi yang harus menginap di dekat lokasi longsor lantaran tidak bisa melintas ketika dalam perjalanan pulang berdinas dari Danau Paris menuju Singkil.

Musibah lain yang menimpa Aceh Singkil berupa banjir yang terjadi sejak, Sabtu (13/10). Banjir kiriman tersebut mulai mengepung Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil. Sehari sebelumnya air bah merendam Kecamatan Simpang Kanan dan Gunung Meriah sebatas pekarangan. Namun kemarin sudah mulai masuk ke rumah penduduk. Kemudian areal yang terendam banjir juga meluas.

Permukiman penduduk di kota Singkil yang terendam banjir antara lain Ujung Bawang, Pea Bumbung, Rantau Gedang dan Teluk Rumbia. Rumah warga di kawasan itu nyaris rata terendam banjir. Sementara itu banjir yang merendam Simpang Kanan dan Gunung Meriah, berangsur surut.

\Jalan Gunung Meriah-Singkohor, yang terendam banjir di kawasan Cingkam, ketinggiannya mulai berkurang. Sehingga pengendara sudah bisa melintas walau harus tetap ekstra hati-hati.

Sementara itu di Danau Paris, abutment jembatan Lae Ijuk, amblas, Sabtu siang. Akibatnya Jalan Provinsi penghubung Singkil-Gunung Meriah, nyaris putus. Berdasarkan pantauan abutment yang amblas menghabiskan hampir separuh jalan. Sehingga hanya kendaraan roda empat ukuran kecil serta sepeda motor yang bisa melintas.

Sementara mobil berukuran besar tidak bisa melintas. Sebab khawatir abutment jembatan yang ambruk bertambah lebar. Jembatan itu sangat vital sebab satu-satunya penghubung menuju dan keluar Singkil. Melewati jalan alternatif Singkil-Sebatang, nasibnya sama tidak bisa dilintasi karena belum rampung dan terendam banjir.

“Mobil besar tidak bisa melintas karena di bawahnya sudah jebol besar bisa ambruk,” kata Ustaria warga di lokasi. Abutment jembatan Lae Ijuk ambruk, akibat volume air sungai sangat besar. Menyusul hujan deras mengguyur daerah itu sejak tiga hari terakhir. Di lokasi warga memasang tanda bahaya menggunakan dahan sawit.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved