Luar Negeri

Kemarahan Pangeran Philip: Jika Pangeran Charles Jadi Raja, Dia Akan Merusak Kerajaan

Ketegangan nampaknya perlahan-lahan meningkat karena visi Charles tentang pendekatan modern ke keluarga kerajaan.

Kemarahan Pangeran Philip: Jika Pangeran Charles Jadi Raja, Dia Akan Merusak Kerajaan
YouTube
Pangeran Philip dan Pangeran Charles 

SERAMBINEWS.COM - Pangeran Philip mengaku tidak setuju dengan rencana putranya, Pangeran Charles, berkaitan dengan rencana masa depan kerajaan Inggris.

Ketegangan nampaknya perlahan-lahan meningkat karena visi Charles tentang pendekatan modern ke keluarga kerajaan.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Philip yakin Charles menjadi terlalu politis dan berpikir untuk menjadi raja yang sukses setelah ratu Elizabeth II.

Charles (67) menyarankan 'merampingkan' keluarga kerajaan dan bahkan ingin mengubah Istana Buckingham menjadi ruang publik.

Namun, Philip tampaknya mengurungkan rencana memanggil Charles 'yang disengaja dan marah'.

Charles berencana untuk mengubah istana dengan 775 ruang istana agar bisa dinikmati publik, mempertahankan beberapa kamar terpisah untuk perjamuan dan acara negara, karena biaya pemeliharaan terlalu besar.

Keluarga kerajaan kemudian akan memindahkan pangkalan mereka ke Kastil Windsor.

Klaim ini mengikuti tuduhan yang dibuat dalam Rebel Prince, biografi Charles yang ditulis oleh Tom Bower.

Baca: Pendaftaran CPNS Ditutup, Ini Jumlah Pelamar di Aceh Tenggara

Baca: Kisah Perempuan Yadizi, Takut Pulang karena Malu Pernah Jadi Tahanan dan Budak Seks ISIS

Dalam buku itu tertulis bahwa Duke of Edinburgh (Pangeran Philip) percaya jika putranya menjadi raja dia akan 'merusak kerajaan'.

Bower mengklaim Philip bahkan menertawakan putranya saat pesta makan malam pribadi dengan teman-teman di Mayfair.

Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved