137 Putra Putri Aceh Siap Berangkat ke Mesir

Alhamdulillah, dari Aceh sebanyak 169 calon mahasiswa ke timur tengah, mayoritas ke Universitas Alazhar Mesir

137 Putra Putri Aceh Siap Berangkat ke Mesir
IST
KETUA IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi (tengah) pada acara rapat koordinasi pengurus Ikatan Alumni Alazhar Indonesia, di Jakarta, Juli 2018. Rakor ini membahas berbagai masalah, termasuk tentang calon mahasiswa baru Al-Azhar, Kairo, Mesir. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 137 alumni aliyah dan sederajat asal Aceh sudah siap untuk melanjutkan kuliah ke Universitas Alazhar, Mesir.

Keberangkatan mereka akan difasilitasi oleh Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua IKAT Aceh, H. M. Fadhil Rahmi, Lc setelah mendapat informasi telah keluarnya rekomendasi/persetujuan dari Kementrian Keamanan Mesir.

Info tersebut langsung diterima dari Ketua OIAA (Organisasi Internasional Alumni Alazhar), TGH. Dr. Zainul Majdi, Lc, MA yang baru saja kembali dari Mesir.

"Alhamdulillah, sekarang bisa fokus nungguin visa dan urus tiket. Cuma untuk tiket, seiring kenaikan harga dollar, akan ada penyesuaian dan rasionalisasi harga," ungkap Fadhil yang baru kembali dari Jakarta, kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Sabtu (20/10/2018).

(Lauhin Mahfudz, Putra Aceh Tengah Raih Prestasi Internasional Bidang Syarhil Quran di Kairo)

(Saat Mesir Pada Masa Lalu Ditaklukkan Persia Hanya Gara-gara Kucing)

Untuk diketahui,  sebanyak 411 tamatan dayah/aliyah dan sederajat ikut menguji kemampuan mereka dalam seleksi nasional kuliah ke timur tengah pada bulan Mei lalu.

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, menjadi tuan rumah seleksi ini.

Pengumuman kelulusan diterbitkan pada Juli 2018.

“Alhamdulillah, dari Aceh sebanyak 169 calon mahasiswa ke timur tengah, mayoritas ke Universitas Alazhar Mesir,” kata Fadhil Rahmi.

(Memahami Kebangkitan Alumni al-Azhar)

(‘Ain Sokhna, Pesona Lain di Pesisir Mesir)

Dibantu oleh Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, para peserta yang lulus melakukan pemberkasan dan pengurusan pemberangkatan.

"Tidak hanya pascalulus, dari sebelum seleksi/test, IKAT sudah mencoba berkontribusi dengan mengadakan sosialisasi, try out, bimbel karantina, dan lain-lain," ujar Fadhil, didampingi Syafruddin, Lc, Ketua Lembaga Edukasi Timur Tengah, badan otonom IKAT.

"Memang tidak semua yang lulus berangkat. Ada yang sebab finansial dan sebab lainnya. Kami mohon doa segenap masyarakat Aceh, semoga segala urusan para penuntut ilmu diberi kemudahan oleh Allah," pinta Fadhil.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved