Median Jalan T Hamzah Bendahara Rawan Kecelakaan

Sejumlah masyarakat mempertanyakan keberadaan median jalan (pemisah jalan dua jalur) yang sedang dikerjakan

Median Jalan T Hamzah Bendahara Rawan Kecelakaan
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Warga melintas di dekat saluran pembuang yang dibangun di Jalan T Hamzah Bendahara, tepatnya depan Pendopo Bupati Bireuen, Jumat (19/10). Pembangunan saluran pembuang tersebut dinilai lamban. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

BIREUEN - Sejumlah masyarakat mempertanyakan keberadaan median jalan (pemisah jalan dua jalur) yang sedang dikerjakan di Jalan T Hamzah Bendahara, tepatnya mulai depan Pendopo Bireuen hingga ke depan RSUD dr Fauziah. Penyebabnya, tinggi median jalan tersebut mencapai satu meter dan sangat rawan kecelakaan.

Beberapa pengendara sepeda motor yang sedang melintasi jalan itu, Jumat (19/10), sengaja berhenti dan mengamati pembangunan median jalan yang tingginya tidak seperti biasanya ini. Mereka mengaku heran, apa gunanya median jalan dibangun setinggi itu hingga ke ujung jalan, tepatnya di persimpangan jalan depan pendopo.

“Biasanya saya lihat, median jalan itu dari beton pracetak. Tingginya hanya sekitar 20 cm hingga 40 cm. Kenapa ini harus dipasang batu bata lagi yang tingginya mencapai satu meter,” tanya Asnawi, seorang pengendara terheran-heran. Menurut dia, dengan median setinggi itu, malah kesannya semakin mempersempit jalan. “Padahal, kalau median dibangun sebagaimana lazimnya, akan kelihatan jalan tersebut lebih lebar,” ulasnya.

Hal senada juga diutarakan beberapa pedagang yang berjualan di kawasan jalan tersebut. Dalam pandangannya, dengan median setinggi satu meter, bisa merusak estetika atau keindahan kota. “Ini belum lagi ditinjau dari segi keamanan dan kenyamanan pengendara. Saya yakin, keberadaan median jalan ini sangat rawan kecelakaan nantinya. Sedikit saja terserempet atau kehilangan keseimbangan saat berkendara, langsung saja terbentur dengan median jalan itu,” ungkap pedagang.

Pantauan Serambi, Jumat (19/10) sore, sejumlah pekerja sedang memasang batu bata di kedua sisi median jalan itu. Di sepanjang jalan tersebut arus lalu lintas terganggu dan macet. Terkait persoalan median jalan yang tingginya tak lazim itu, sejauh ini belum didapat penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pembangunan jalan tersebut.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved