Kasus Suap Bakamla, Jaksa Tuntut Fayakhun Andriadi 10 tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Tidak hanya itu, Fayakhun Andriadi juga dituntut oleh Jaksa untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Kasus Suap Bakamla, Jaksa Tuntut Fayakhun Andriadi 10 tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Fayakhun Andriadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

SERAMBINEWS.COM - Jaksa KPK menuntut mantan Anggota Komisi‎ I DPR RI asal Golkar, Fayakhun Andriadi dengan pidana sepuluh tahun penjara.

Tidak hanya itu, Fayakhun Andriadi juga dituntut oleh Jaksa untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Baca: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Akan Dapat Santunan Rp 50 Juta dari Jasa Raharja

"Menyatakan terdakwa Fayakhun Andriadi terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," terang Jaksa KPK Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Hal memberatkan yang menjadi pertimbangan jaksa dalam menuntut Fayakhun Andriadi yakni perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

"Perbuatan Fayakhun Andriadi juga dinilai telah mencederai amanat yang diembannya sebagai wakil rakyat di DPR," kata jaksa Ikhsan Fernandi.

Sementara hal-hal yang meringankan Fayakhun Andriadi bersikap sopan selama menjalani persidangan, belum pernah dihukum‎ dan masih punya tanggungan keluarga.

Baca: Senator Aceh Ghazali Abbas Adan Gelar Pertemuan dengan Inspektorat Aceh Singkil

Termasuk Fayakhun juga mengakui dan menyesali perbuatannya serta telah mengembalikan sebagian uang suap Rp 2 miliar yang diterimanya.

Baca: Ini Alasan Menhub Bebastugaskan Direktur Teknik Lion Air Pascajatuhnya Boeing 737 Max 8 di Karawang

Atas perbuatannya, Fayakhun Andriadi dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

‎Jaksa menganggap Fayakhun terbukti bersalah menerima suap sebesar 911.480 Dollar Amerika Serikat dari Direktur ‎Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Baca: Fakta Baru Tewasnya Satu Keluarga di Palembang, FX Ong Diduga Terlilit Utang Miliaran Rupiah

Uang diduga diberikan Fahmi kepada Fayakhun untuk memuluskan alokasi atau ploting penambahan anggaran pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk proyek satelit monitoring dan drone.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jaksa Tuntut Fayakhun Andriadi 10 tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved