PNS Jadi Korban Gaya Hidup Mewah dan ‘Terjerat’ Kredit, Ini Kebijakan Bupati Abdya Akmal Ibrahim

Pegawai sekarang ini menjadi korban gaya hidup mewah. Beli mobil baru dan bangun rumah besar dengan memanfaatkan fasilitas kredit di luar kemampuan.

PNS Jadi Korban Gaya Hidup Mewah dan ‘Terjerat’ Kredit, Ini Kebijakan Bupati Abdya Akmal Ibrahim
DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Baya (Abdya), Akmal Ibrahim menilai pengambilan kredit pada perbankan oleh pegawai negeri sipil (PNS) di pemkab setempat sudah di luar batas kemampuan berdasarkan gajinya.

Kredit yang diambil oleh PNS sekarang ini jauh melampaui batas, sehingga setiap bulan nyaris tidak ada lagi gaji yang tersisa untuk dibawa pulang ke rumah.

Kondisi ini, kata Akmal, berdampak sangat serius terhadap penurunan etos kerja.

"Gara-gara kredit, pegawai tak fokus lagi bekerja yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Mereka lebih fokus bagaimana menutup ansuran kredit tiap bulan,” kata Bupati Akmal.

Akmal menambahkan, pegawai sekarang ini menjadi korban gaya hidup mewah.

Contohnya, beli mobil baru dan bangun rumah besar dengan memanfaatkan fasilitas kredit yang di luar batas kemampuan.

“Ini terjadi karena korban gaya hidup mewah. Berpura-pura kaya, sebenarnya tidak,” katanya lagi.

Hati-hati! Jangan Biarkan Kasir Menggesekan Dua Kali Kartu Kredit Kamu, Ini Bahayanya

Panitia Seleksi CPNS Galus Umumkan Jadwal SKD, Perhatikan Hal-hal Ini Agar tidak Gugur sebelum Tes

Bupati Agara Keluarkan Larangan Perpanjangan Pinjaman Kredit di Bank

Karena itu, Bupati mengeluarkan kebijakan batas pengambilan kredit PNS ke perbankan, maksimal 40 persen dari gaji.

Wakil Bupati (Wabup), Sekda serta para Kepala Dinas/Badan diperintahkan mengawasi secara ketat.

“Rekomendasi permohonan kredit pegawai dibatasi maksimal 40 persen dari gaji. Bila terbukti lebih dari itu, maka pejabat yang mengeluarkan rekomendasi saya tindak,” tegas Akmal Ibrahim.

Penegasan itu ia sampaikan pada acara acara pelantikan 12 pejabat eselon II di Aula Masjid Kompleks Perkantoran Pemkab setempat, Rabu (31/10/2018).

Lantik Sekwan dan 11 Kadis Baru, Bupati Akmal Ibrahim: Jangan Mentang-mentang Berkuasa, Lupa Hakikat

Kasus Suap Bakamla, Jaksa Tuntut Fayakhun Andriadi 10 tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

5 Fakta Rosmah Mansor Istri Najib Razak, Dari Gaya Hidup Mewah Sampai Gagal Operasi Plastik

Ia menambahkan, selain berdampak pada menurunnya etos kerja, kredit juga membuat pikiran cerdas tidak muncul lagi serta membuat pegawai tak ikhlas lagi bekerja.

“Tugas ke Kecamatan Lembah Sabil saja, tak mau turun bila tak ada SPT/SPPD. Kalau demikian, gaji dan tunjangannya ke mana," demikian Akmal Ibrahim.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved