Cerita Mantan Pramugari Steffy Burase, Pesawat Berguncang Hebat, Penumpang Panik dan Berteriak

Pengalaman situasi abnormal ini pernah dialami mantan pramugari senior Steffy Burase yang delapan tahun lalu menggeluti profesi sebagai pramugari.

Cerita Mantan Pramugari Steffy Burase, Pesawat Berguncang Hebat, Penumpang Panik dan Berteriak
kolase Serambinews.com/Tribunnews/Jeprima
Model asal Manado, Fenny Steffy Burase menunggu untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018). Fenny Steffy Burase diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terkait kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam sebuah penerbangan, para penumpang pesawat sering dihadapkan pada situasi yang abnormal.

Biasanya yang sering terasa adalah pesawat berguncang atau sering dikenal dengan istilah turbulensi. Hanya saja apabila guncangannya ringan, tidak akan membuat panik penumpang.

Namun bagaimana bila pesawat dalam keadaan berguncang hebat?

Baca: Saat Warga Shalat Jumat, Dua Sejoli Ini Digerebek Satpol PP dalam Ruko Terkunci

Pengalaman situasi abnormal ini pernah dialami mantan pramugari senior Steffy Burase yang delapan tahun lalu menggeluti profesi sebagai awak kabin dengan jabatan chief pantry.

Kala itu pesawat sedang dalam kondisi bumping (masuk ke dalam awan juga disebabkan oleh vertical draft) yang kemudian dikuti dengan teriakan penumpang yang panik.

"Saya selaku chief pantry belakang harus memastikan tidak ada penumpang dan junior yang berdiri," ujarnya kepada Serambinews.com, Jumat (2/11/2018).

Pada saat yang bersamaan dalam situasi kritis itu, ia menggedor pintu toilet mengeluarkan seorang pria paruh baya yang sudah tidak mungkin kembali ke kursinya karena kondisi pesawat tengah berguncang hebat.

Baca: Wilayah Aceh Rawan Longsor, Peneliti Unsyiah Usulkan Pasang Baut di Lereng Batu

Ia menarik penumpang tersebut dan memegang erat tangannya agar tidak terlempar dan jatuh.

"Saya juga memastikan junior saya aman yang sempat terpelanting kepala kejedot di lantai. Rasanya mustahil saat itu saya bisa melakukan tiga hal dalam waktu bersamaan sambil memberikan pengumuman dengan suara sangat tenang agar penumpang tidak panik. Seperti mustahil tapi terjadi. Salah satu junior saya itu juga uda alm kecelakaan pesawat Sukhoi (Afatihah buat mereka). Sampe hari ini masih sangat memorable," ujarnya mengingat masa lalunya delapan tahun lalu.

"Pengalaman manis buat kami tentunya adalah selamat dari turbulance hebat," sebutnya.

Kini Steffy sudah resign dari dunia penerbangan dan memilih hijrah. Wanita berdarah Manado ini aktif mengajar anak-anak di Ciputat dan kolong Jembatan Asemka.

Di samping itu ia juga membantu fund rising bersama aktivis yayasan EPM Foundation.

Bersama relawan lainya, Steffy juga sedang fokus persiapan trauma healing anak-anak korban gempa di Palu, yang merupakan kampung halaman ayahnya.(*)

Penulis: Ansari Hasyim
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved