Kisah Pemuda Aceh Tengah tak Bersalah Setelah Ditahan 7 Bulan 25 Hari dan Dituntut 16 Tahun Penjara

Jadi sangat manusia, ketika ada teman yang ingin mengajak kita mengantar sebuah paket cabai kemudian kita ikut

Kisah Pemuda Aceh Tengah tak Bersalah Setelah Ditahan 7 Bulan 25 Hari dan Dituntut 16 Tahun Penjara
FOR SERAMBINEWS.COM
Iwan Ramadhan bersama kuasa hukumnya, Fakhruddin SH, sesaat setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong, pada Kamis (1/11/2018) 

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Terdakwa kasus narkotika golongan satu, ganja, Iwan Ramadhan (27) divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, pada sidang putusan yang digelar pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Sebelumnya Iwan dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Iwan Ramadhan yang tercatat sebagai warga Kampung Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, divonis bebas oleh hakim yang dipimpin Mahendrasmara Purnamajati SH, dibantu dua hakim angota, Yusrizal SH, dan Purwaningsih SH.

(Baca: Ini Jadwal Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad ke Aceh Selatan)

(Baca: Presiden AS Berniat Akhiri Perjanjian Nuklir, Putin Siapkan Rudal yang Bisa Ratakan Amerika)

(Baca: Di Depan Para Ulama, Prabowo Janji Jemput Habib Rizieq Shihab jika Terpilih Jadi Presiden)

(Baca: Hajarul Akbar Terpilih Jadi Wakil RI ke MTQ Internasional XIV di Maroko)

Dalam petikan putusan Nomor : 60/Pid.Sus/2018/PN Str, yang diterima Serambinews.com, Minggu (4/11/2018) hakim menilai bahwa terdakwa Iwan Ramadhan, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana yang didakwakan JPU.

Alhasil, hakim majelis membebaskan terdakwa Iwan segera setelah putusan tersebut diucapkan, termasuk memulihkan hak - hak terdakwa, kedudukan, harkat dan martabatnya.

Penasehat Hukum terdakwa, Fakhruddin SH, kepada Serambinews.com, Minggu (4/11/2018) mengatakan, kliennya tersebut selama 7 bulan 25 hari ditahan karena menjalani proses pemeriksaan dan persidangan.

(Baca: Hasil Lengkap MotoGP Malaysia 2018 - Marc Marquez Luar Biasa, Rossi Berujung Petaka)

Baca: NATO Kerahkan 50.000 Pasukan, 10.000 Kendaraan, 250 Pesawat Dalam Latihan Militer, Ini Reaksi Rusia

(Baca: Orang yang Kesepian Ternyata 50 Persen Berisiko Menyebabkan Kematian di Usia Muda, Kok Bisa?)

(Baca: Ketika Istana Buckingham Dibom, Ibu Suri Elizabeth Sedang di Kamar Duduk, Ini Kisahnya)

Karena jadi terduga dalam kasus pengiriman cabai yang diiisi ganja berjumlah 35 kg, di loket Harapan Indah, Simpang Tiga Redelong, pada Selasa (3/4/2018) silam, yang ditangkap oleh personel Polsek Bukit.

Dalam proses persidangan, katanya, terungkap terdakwa tidak terbukti bersalah karena jaksa penuntut umum tidak memiliki bukti kuat untuk mendakwakan kliennya tersebut.

Pasalnya, di persidangan terungkap bahwa kala itu, Iwan Ramadhan diajak temannya, Sabardi, yang kini telah divonis dalam kasus yang sama selama 11 tahun.

(Baca: Selain Masuk Daftar 5 Makanan Pendongkrak Kecerdasan Otak, Ikan Teri Juga Punya Manfaat Ini)

(Baca: Kuburan Massal Ditemukan di Bekas Benteng ISIS di Suriah, Diyakini Ada Lebih Dari 1.000 Jenazah)

(Baca: Presiden Jokowi Kendarai Motor Custom Hijau, Blusukan ke Pasar Anyar Kota Tangerang)

(Baca: Klasemen MotoGP 2018 Usai GP Malaysia, Valentino Rossi Jatuh, Andrea Dovizioso Aman di Posisi 2)

"Karena kala itu saat ia diajak oleh terdakwa lainnya, ia tidak mengetahui bahwa yang ada dalam karung cabai tersebut terdapat ganja. Satupun tidak ada kecurigaan terdakwa dalam karung cabai sudah terisi ganja. Jadi sangat manusia, ketika ada teman yang ingin mengajak kita mengantar sebuah paket cabai kemudian kita ikut," kata Fakhruddin yang berkerja di LBH Pusat Advokasi Hukum dan Ham (Paham) ini. (*)

Penulis: Muslim Arsani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved