Gajah Kepung Leupu

Sebanyak tiga ekor gajah liar mengepung kawasan Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Pidie

Gajah Kepung Leupu

* Saat Akan Diusir, Warga Dikejar

SIGLI - Sebanyak tiga ekor gajah liar mengepung kawasan Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Pidie dalam sebulan terakhir ini. Insiden terbaru terjadi pada Minggu (4/11) sore, sekitar pukul 17.35 WIB, saat warga berupaya mengusir menjauh dari pemukiman, gajah berbalik arah mengejar warga, tetapi tidak ada yang menjadi korban hewan berbelalai panjang itu.

Keuchik Leupu, Muhammad Isa, kepada Serambi, Senin (5/11) mengatakan tiga ekor gajah terus berkeliaran di sekitar pemukiman Gampong Leupu, sehingga warga tidak berani pergi ke kebun. Dia menambahkan warga bersama Polsek Geumpang berupaya melakukan penggiringan kawanan gajah itu agar menjauh dari pemukiman.

Tetapi, katanya, gajah bukannya takut, melainkan berbalik arah mengajar warga, sehingga berhamburan menyelamatkan diri. Dikatakan, warga sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya, seperti membakar mercon, sehingga mengeluarkan suara dentuman yang membuat gajah lari ke kebun warga.

Tidak beberapa lama kemudian, seusai suara dentuman tidak ada lagi, gajah kembali lagi ke pemukiman. Saat itu, sebutnya, tiga santri yang sedang belajar mengaji di balai pengajian Madinatul Muhajirin jatuh pingsan, karena ketakutan melihat gajah yang sedang mengajar warga, berlari dekat tempat mereka belajar.

Muhammad Isa menyebutkan, ketiganya yang masih remaja bernama Safrina (13), Fitria (12) dan Ulfa (12) sempat dirawat di Puskesmas Geumpang, tetapi kondisinya sudah mulai membaik dan sudah dijemput keluarganya. “Saat gajah mengejar warga melalui lorong dekat balai pengajian Madinatul Muhajirin, tiga santri langsung jatuh pingsan,” katanya.

Dia menyatakan situasi di Gampong Leupu mulai normal, tetapi warga masih trauma pasca kawanan gajah memasuki gampong. Ditambahkan, tempat pengajian Madinatul Muhajirin menghentikan sementara jadwal pengajian pada malam hari, tetapi sore hari tetap dilaksanakan, karena gajah masih bermukim di kebun warga yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari pemukiman warga.

Dia mengatakan aparatur Gampong Leupu telah melaporkan kawanan gajah yang berkeliaran kepada camat, agar ditindaklanjuti dengan menurunkan gajah jinak untuk mengusir ke habitatnya. Dikatakan, sewaktu-waktu gajah itu bisa saja kembali mengganggu warga.

Sedangkan Tgk Samsuar (37) warga Leupu, kemarin menyebutkan gajah sudah sebulan mondar-mandir di kawasan Geumpang, bahkan, beberapa minggu terakhir ini, dua rumah warga rusak diamuk gajah. “Kami berharap, instansi terkait segera mengirim tim untuk menggiring kawanan gajah yang kini meresahkan warga di dataran tinggi Geumpang,” pungkasnya.

Dilansir sebelumnya, sebanyak 21 ekor kawanan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan dan pemukiman warga Pintu Rime Gayo, Bener Meriah telah berhasil digiring kembali ke dalam hutan. Tim Conservation Respons Unit (CRU) Krueng Peusangan bersama para relawan menuntas tugasnya pada Jumat (5/1/2018) dinihari.

Menurut Camat Pintu Rime Gayo, Iwan Pasha SSTP, yang dikonfirmasi Serambi pada Jumat (5/1) pagi mengatakan kawanan terakhir kawanan gajah telah berhasil digiring ke hutan pada Jumat (5/1) sekira pukul 01.00 WIB dinihari. Dikatakan, kawanan gajah digiring melewati Kampung Menderek tepatnya dekat lokasi pabrik ‘stone cruiser’ atau pemecah batu hasil dari galian C.

“Hasil kerja keras dari tim telah berhasil, karena sudah lebih dua pekan ini seluruh anggota tim melakukan koordinasi mengusir gajah,” katanya. Dia mengatakan kerja keras tim telah terbayarkan dengan kembalinya gajah ke kawasan hutan, tetapi pencegahan juga dilakukan.(naz/c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved