Hidup Bahagia di Dunia dan Akhirat dengan Menjadi Ahli Tauhid

Karena tauhid sebagai landasan yang akan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, maka Allah pun meridhai ahli tauhid

Hidup Bahagia di Dunia dan Akhirat dengan Menjadi Ahli Tauhid
Kolase Serambinews.com
Syaikh Ayyub Azhari Al-Jazairi, Syaikhul Ma'had Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kale saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (7/11/2018) malam. 

SERAMBINEWS.COM - Setiap orang yang hidup di dunia mengharapkan kebahagiaan, ketenangan serta terbebas dari segala rasa takut dan khawatir dalam menjalani kehidupannya.

Bahkan tidak cukup di dunia, seorang muslim pun sangat bercita-cita meraih kebahagiaan di akhirat kelak.

Hanya saja, sumber kebahagiaan itu hanya bisa didapatkan dari Allah selaku Sang Khaliq Pencipta manusia.

Pengakuan diri seorang hamba kepada Allah selaku Rabb-nya harus diikuti dengan penuh keyakinan dan bertauhid secara benar dan nyata sebagai pembuktian dalam tingkah laku perbuatan sehari-hari.

Baca: VIDEO - Sambut Ramadhan, KWPSI Bagikan Daging untuk 85 Anak Yatim dan Dhuafa

Karena dengan menjadi ahli tauhid, yaitu hanya menyembah kepada Allah semata, tiada Tuhan selain-Nya, tidak menyekutukan-Nya, hanya berharap dan meminta pertolongan kepada Allah dan yakin segala sesuatu yang terjadi di dunia terhadap makhluk karena Allah yang mengaturnya, maka itulah kunci kebahagiaan yang paling hakiki dan hati menjadi tentram.

Demikian antara lain diterangkan oleh Syaikh Ayyub Azhari Al-Jazairi, Syaikhul Ma'had Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kale saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (7/11/2018) malam.

"Jelaslah, tauhid itulah yang menjadi landasan untuk mengantarkan seseorang manusia selaku hamba Allah kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Sebab mentauhidkan Allah adalah tujuan diciptakannya manusia," ujar Syaikh Ayyub Azhari Al-Jazairi pada pengajian yang dipandu moderator sekaligus penerjemah, Tgk. Edi Syuhada.

Baca: Peringati Maulid KWPSI Santuni Anak Yatim

Dijelaskannya, karena meyakini ‎segala sesuatu yang terjadi pada diri seorang manusia tidak terlepas dari kuasa dan kehendak Allah, maka seorang ahli tauhid juga akan terbebas dan jauh dari segala penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, hasut, khianat, takabbur‎ dan sombong.

Orang ahli tauhid tidak akan pernah iri dan dengki kepada orang lain yang memiliki kelebihan seperti orang kaya, orang punya kedudukan/jabatan, orang yang lebih pintar/alim, dan kelebihan lain karena itu semua diyakini Allah yang berikan, dan tidak ada hak manusia untuk iri dan tidak senang. Tidak senang pada kelebihan seseorang, berarti sama dengan tidak senang kehendak Allah.

‎"Ahli tauhid tenang-tenang saja melihat orang lain punya kelebihan, karena itu Allah yang berikan. Kita selaku hamba Allah tidak punya hak apa-apa untuk memprotes Allah yang telah memberikan kelebihan/kejayaan atau kejatuhan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Allah yang paling berkuasa atas makhluknya, kita hamba yang lemah dan tidak berdaya ini, harus terima apapun kehendak Allah. Seseorang yang hebat di mata manusia, itu karena Allah yang mau," tegasnya.

Baca: Peringati Milad Ke-5, KWPSI Bahas Akhlak, Ilmu Pengetahuan, Sampai Makanan Halal

Ahli tauhid menerapkan nilai akidah secara maksimal dalam hidup, bahwa semuanya ada campur tangan Allah‎ pada orang kaya atau miskin, pemimpin atau rakyat, orang alim atau awam.

Sehingga seorang manusia itu tidak lantas sombong dan takabbur atas secuil kelebihan harta, jabatan atau ilmu yang Allah berikan.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved