UMK Tinggi, Lebih dari 20 Perusahaan Hengkang dari Karawang dan 22.000 Pekerja diPHK

Suroto menyebut, hengkangnya 21 perusahaan tersebut menimbulkan pemutusan hubungan kerja PHK sebanyak 22.000 pekerja.

UMK Tinggi, Lebih dari 20 Perusahaan Hengkang dari Karawang dan 22.000 Pekerja diPHK
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
Ilustrasi buruh 

SERAMBINEWS.COM - Sejak 2017, sebanyak 21 perusahaan memilih pindah dari Karawang, Jawa Barat.

Hal ini diduga lantaran tingginya upah minimum kabupaten ( UMK) Karawang.

"Dalam catatan kami sejak tahun 2017 hingga 2018 ini, sudah ada 21 perusahaan yang pindah dari Karawang karena alasan mereka tidak mampu untuk membayar upah tinggi di Karawang," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang Ahmad Suroto, Selasa (13/11/2018).

Baca: Fakta yang Perlu Diketahui tentang Kartu Nikah, Bisa Terhubung Aplikasi dan Memiliki Barcode

Baca: Baitul Mal Aceh Manfaatkan Zakat untuk Latih Warga Banda Aceh Besar Bertani Hidroponik

Suroto menyebut, hengkangnya 21 perusahaan tersebut menimbulkan pemutusan hubungan kerja PHK sebanyak 22.000 pekerja.

Berdasarkan laporan kepada Disnakertrans, kata dia, pada 2019 ada lima perusahaan garmen yang bakal meninggalkan Karawang jika UMK kembali naik.

Sementara untuk manufaktur, dia mengaku belum mendapat laporan.

Baca: Cari Jodoh Untuk Sang Putra, Orangtua Ini Berikan Hadiah Ikan Koi yang Bisa Bikin Kaya Raya

Akan tetapi, ia mengklaim pihaknya sudah memfasiltasi perusahaan garmen agar mereka bisa bertahan, dengan memberikan penangguhan upah.

"Namun, cara itu belum efektif karena masih banyak perusahaan yang pindah," kata dia.

Baca: Bidan Desa dan Dokter Pidie Jaya Ikuti Prajabatan, Ini jadwalnya

Suroto menyebutkan, jika lima perusahaan tersebut hengkang, diperkirakan sebanyak 9.000 pekerja akan dirumahkan.

Baca: Nigeria Berhasil Tingkatkan Angka Vaksinasi, Tiap Anak yang Diimunisasi Bisa Dapat Satu Pak Indomie

Suroto mengatakan, berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan menyepakati untuk merekomendasikan kenaikan upah 8,03 persen dari Rp 3.919.291 menjadi Rp 4.233.226 pada 2019.

Kenaikan tersebut diperkirakan akan berdampak bagi perusahaan di sektor tekstil, sandang dan kulit (TSK).

"Dampak yang paling besar dari kenaikan UMK ini memang untuk sektor TSK. Sedangkan sektor manufaktur masih mampu bertahan," kata dia.

Baca: Asrizal H Asnawi Berangkatkan Warga Pilihan Netizen Umrah Gratis

(Farida Farhan)

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Upah Buruh Kian Tinggi, Lebih dari 20 Perusahaan Putuskan Hengkang dari Karawang

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved