Mengais Rezeki dari Daun Puri

TANGAN perempuan paruh baya itu cekatan menyusun lembaran daun puri berwarna hijau muda

Mengais Rezeki dari Daun Puri
SERAMBI/DEDE ROSADI
Kaum perempuan penduduk Pemuka, Singkil, Aceh Singkil, menjemur daun puri, Minggu (11/11). Daun yang dalam bahasa setempat disebut sendik dijual Rp 15 ribu per kilo 

TANGAN perempuan paruh baya itu cekatan menyusun lembaran daun puri berwarna hijau muda di atas terpal yang tergelar di pinggir Jalan Singkil-Singkil Utara, kawasan Desa Pemuka, Aceh Singkil, Minggu (11/11). Tak hirau panas matahari membakar kulit, mereka bertahan demi jemuran lekas mengering.

Inilah kesempatan mengeringkan jemuran selagi matahari menampakkan diri, setelah hampir sepekan terhalang guyuran hujan. Sebagai pengobat lelah, perempuan itu mengunyah daun sirih. Jika sudah kering daun puri yang dalam bahasa setempat disebut ‘sendik’ tersebut, bisa segera menjadi duit. Maklum, pengepul hanya membelinya dalam keadaan kering.

Sudah enam bulan terakhir kaum perempuan Desa Pemuka, Kecamatan Singkil mendapat lapangan kerja baru. Paginya, pergi ke hutan di belakang permukiman penduduk mencari daun puri, siangnya menjemur. Dalam kondisi panas matahari, cukup tiga hari menjemur, daun puri pun bisa mengering.

Warga menjual daun ‘sendik’ kering itu seharga Rp 15 ribu per kilogram ke Medan, Sumatera Utara. “Dijual ke Medan. Katanya untuk dikirim ke Malayasia,” kata Ramiah (55), penjemur daun puri di Desa Pemuka.

Sejauh ini, perempuan itu tidak mengetahui pasti khasiat daun puri. Dan tampaknya, Ramiah dan perempuan lainnya juga tidak terlalu peduli soal itu. Bagi mereka, yang penting daun yang tumbuh di semak belukar tersebut mendatangkan pundi rezeki sebagai penopang hidup sehari-hari.

Lakunya daun puri menggembiran warga di tengah himpitan ekonomi dewasa ini. Warga berharap, Pemkab Aceh Singkil membantu menyediakan tempat penjemuran, seperti terpal. Sebab, selama ini daun puri yang diambil dari hutan tidak bisa dijemur sekaligus, karena terbatasnya terpal.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved