PT SIA Mengaku tak Diberitahu

PT Semen Indonesia Aceh (PT SIA) selaku perusahaan yang membangun pabrik semen di Laweueng

PT SIA Mengaku tak Diberitahu
Serambi
Masyarakat Lingkar Tambang Semen Indonesia mendeklarasikan Persaudaraan Semen Indonesia Aceh di Grong-Grong 

* Terkait MoU PT SCA dengan Perusahaan Cina

BANDA ACEH - PT Semen Indonesia Aceh (PT SIA) selaku perusahaan yang membangun pabrik semen di Laweueng, Kecamatan Muara Tiga, Pidie mengaku tidak diberi tahu oleh PT Samana Citra Agung (PT SCA) terkait penandatanganan kerja sama antara PT SCA dengan perusahaan Jiangsu Pengfei. Inti MoU itu, PT SCA menggandeng perusahaan asal Cina itu untuk membangun pabrik semen tersebut.

Pernyataan tak diberitahu soal MoU itu disampaikan Plt Direktur PT SIA, Tri Abdi Sartijo, ketika menjawab Serambi, Rabu (14/11). “Kami tidak diberi tahu,” tulis Tri Abdi Sartijo dalam pesan singkat menjawab pertanyaan Serambi kemarin.

Awalnya Serambi menghubungi Tri Abdi Sartijo untuk mewawancarainya terkait penandatanganan kerja sama antara PT SCA dengan perusahaan asal Cina tersebut karena PT SIA yang akan membangun pabrik semen di Laweueng. Sedangkan PT SCA diketahui adalah pemilik lahan.

Tri Abdi Sartijo sangat tebatas menjawab pertanyaan Serambi. Selain mengatakan bahwa PT SCA tak diberi tahu, dalam penjelasan singkatnya itu, Tri mengatakan, PT SIA adalah perusahaan patungan dari PT Semen Indonesia yang membangun pabrik semen di Aceh. “Sedangkan PT Samana melakukan setoran berupa lahan yang dimiliki dan saat ini lahan tesebut merupakan aset PT SIA,” katanya.

PT SIA mengaku tak tahu menahu terkait rencana apa yang dilakukan PT SCA dengan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan Cina tersebut. Selama ini, kata Tri Abdi Sartijo, antara PT SIA dan PT SCA hanya terkait persoalan penyelesaian persoalan lahan. “Komunikasi selama ini PT SIA dan PT SCA hanya tentang penyelesaian permasalahan lahan, tidak ada komunikasi lain,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pemegang saham PT Samana Citra Agung (PT SCA), Muhammad Raziq Maulana, angkat bicara terkait penandatanganan kerja sama antara PT SCA dengan Jiangsu Pengfei. Menurutnya, MoU atau perjanjian kerja sama itu ilegal atau tidak sah.

Alasannya, karena yang melakukan penandatangan itu bukanlah orang yang tepat dan tidak lagi menjabat dalam struktural PT SCA. Seperti diketahui, yang menandatangani kerja sama itu dari PT SCA adalah Abbas Soewiryawidjaja yang menurut Safaruddin (kuasa hukum PT SCA) adalah Direktur PT SCA.

“Abbas tidak lagi menjabat Direktur PT SCA, karena dia sudah dinonaktifkan. Saya sendiri yang tanda tangan akta nonaktif Abbas dalam RUPS tanggal 8 FebruaRi 2018 dan disaksikan oleh Notaris Lila Triana, jadi tentu dia tidak boleh tanda tangan apapun,” kata Raziq kepada Serambi kemarin.

Seharusnya kata Raziq, jika ada tanda tangan apapun tentang perusahaan dilakukan oleh Deni Fahlevi selaku direktur. “Seluruh hak PT Sama tidak ada hak Safaruddin dan Abbas, mereka tidak dapat melakukan kerja sama apapun mewakili perusahaan, dan menurut saya itu adalah MoU ilegal. Dan saya tidak pernah tahu sama sekali soal penandatanganan dan perusahaan Cina itu,” ujarnya.

Raziq juga mengatakan, bahwa Safaruddin yang telah memberi keterangan terkait penandatanganan kerja sama itu adalah menyebar berita bohong dan membohongi publik. “Kenapa membohongi publik, karena yang lakukan tanda tangan itu tidak sah sama sekali. Abbas tidak boleh melakukan tanda tangan atas nama PT Samana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT SCA, Safaruddin yang dikonfirmasi Serambi tadi malam, mengatakan, PT SIA merupakan anak perusahaan patungan antara PT SCA dengan PT Semen Indonesia. Menurutnya, posisi PT SIA hanya operator pelaksana pembangunan dan operasional pabrik semen.

“Karena PT SCA sebagai pemilik saham di PT SIA dan tidak perlu memberitahukan kepada PT SIA. Komunikasi PT SCA terkait dengan keberlanjutan pabrik semen hanya dengan PT Semen Indonesia selaku mitra dan sama-sama pemegang saham di PT SIA,” pungkas Safaruddin. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved