Untuk Tes CPNS, Pemerintah Terapkan Sistem Ranking

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan, pemerintah akan menerapkan sistem ranking

Untuk Tes CPNS, Pemerintah  Terapkan Sistem Ranking
Foto/ Humas dan Protokol Setda Aceh
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah didampingi Kepala BKN Aceh Regional XIII Kepala Kantor Regional XIII, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Aceh, Makmur Ibrahim meninjau sekaligus memberikan motivasi kepada peserta tes calon CPNS di gedung ITLC Banda Aceh, Jumat (16/11/2018). Foto/ Humas dan Protokol Setda Aceh 

JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan, pemerintah akan menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kriteria kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi calon pegawai negeri sipil ( CPNS). Pertimbangannya, angka kelulusan SKD tahun ini sangat rendah, karena banyak peserta yang tidak memenuhi passing grade atau batas nilai minimal.

Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif solusi dengan sistem ranking itu diterapkan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade. Terutama posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan. Sementara, pihaknya tak rela menurunkan passing grade karena dikhawatirkan pemerintah akan merekrut Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

“Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana? Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak-anak. Kan lebih baik ada gurunya daripada tidak sama sekali. Jadi itu perlu,” katanya saat meninjau tes CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11).

“Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek-elek (jelek-jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak-anak kita diajar oleh guru-guru yang tidak berkualitas? Nggak mau kan? Siapa yang mau? Jadi, harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak-anak (peserta) tes ini yang passing grade-nya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali,” ujarnya.

Dengan begitu, peserta seleksi yang tidak lolos passing grade akan diranking sesuai dengan nilai yang ia peroleh. Selanjutnya akan ditentukan peserta yang lolos SKD meskipun tidak mencapai passing grade. “Kemudian kita lakukan perankingan di sana. Yang jumlahnya tinggi-tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi-formasi yang kosong itu. Itu kan tidak mengurangi passing grade. Artinya, kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu,” ungkapnya.

Sistem ranking
Sementara itu, proses ranking peserta seleksi CPNS itu menunggu peserta seleksi yang lulus murni atau peserta yang memenuhi passing grade. Nantinya, penentuan kelulusan peserta melalui proses ranking disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yakni berjumlah minimal tiga kali formasi yang tersedia.

“Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan sudah penuh. Kan tidak diperlukan lagi. Tapi, misalnya, dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang-orang lagi. Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya,” kata Bima Haria.

Sampai saat ini, regulasi sistem ranking ini masih dibahas pemerintah pusat. “Tadi malam (aturannya) baru tanda tangan, belum baca lagi. Kalau sudah ditandatangani akan masuk lembaran negara, jadi mungkin Senin baru efektif,” katanya kemarin.

Formasi harus terpenuhi
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengaku prihatin karena banyaknya pelamar CPNS di Aceh yang tidak lulus ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis computer assisted tets (CAT). Untuk itu, Pemerintah Aceh akan membicarakan hal itu dan segera mengambil sikap.

Salah satu yang akan dilakukan Pemerintah Aceh adalah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mengubah sistem passing grade menjadi downgrade atau bahkan dihapus menjadi sistem perankingan, agar banyak pelamar Aceh yang lulus SKD dan lolos ke tahapan selanjutnya. Demikian disampaikan Nova Iriansyah seusai meninjau ujian SKD CPNS formasi Pemerintah Aceh di Gedung ITLC, Banda Aceh, Jumat (16/11).

“Kemungkinan dua, sistem passing grade ini di-downgrade atau dihapus, tinggal sistem perankingan saja. Yang paling rasional ya dihapus, dirangking saja. Jadi, nilai tertinggi sampai batas jumlah formasi itu diterima. Itu saya pastikan harus ada perubahan,” kata Nova didampingi Kepala Kantor Regional XIII, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Banda Aceh, Makmur Ibrahim SH MHum.

Nova datang ke gedung ITLC kemarin untuk memantau pelaksanaan ujian SKD berbasis CAT bagi pelamar CPNS yang mengambil formasi di Pemerintah Aceh. Hingga kemarin, total pelamar yang lulus ujian CAT sebanyak 132 orang dari 9.753 pelamar yang memperebutkan 779 formasi.

Untuk diketahui, formasi CPNS di Aceh untuk tahun 2018 sebanyak 5.135 formasi yang diincar oleh 86.129 pelamar di seluruh Aceh. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengharapkan, semua formasi yang disediakan negara untuk Aceh pada tahun 2018 harus bisa dipenuhi tidak boleh kosong.

“Saya mutlak (formasi) itu harus dipenuhi, kita tidak mau formasi yang merupakan kuota yang sudah diberikan dan menjadi hak kita kemudian dikembalikan ke negara. Saya pikir formasi itu harus diisi, jangan sampai sistem passing grade membuat kita di Aceh tidak mampu memenuhinya. Formasi harus dipenuhi malah kita berusaha keras agar formasi untuk kita ditambah,” kata Nova Iriansyah.

Untuk itu, Pemerintah Aceh akan segera membahas terkait tingkat kelulusan SKD sesudah sesi terakhir ujian CAT hari ini. Dibahas dengan sejumlah stakeholder seperti BKN dan BKA, Plt Gubernur akan membuat kesimpulan dan mengambil keputusan terkait sikap yang akan diambil. “Mungkin kita juga akan minta advis dari perguruan tinggi,” katanya.
(kompas.com/dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved