Haji Uma Tanggapi Penolakan Perda Syariah: Grace Natalie Harus Segera Minta Maaf pada Rakyat Aceh

Haji Uma menyayangkan pernyataan Grace Natalie karena hanya akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

Haji Uma Tanggapi Penolakan Perda Syariah: Grace Natalie Harus Segera Minta Maaf pada Rakyat Aceh
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pernyataan politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang akan menolak peraturan daerah (Perda) berbasis agama di parlemen, memicu reaksi berbagai kalangan termasuk anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma.

Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (19/11/2018), Haji Uma berpendapat bahwa pernyataan sikap politik PSI yang menolak perda syariah, tidak relevan dengan alasan yang melatarbelakanginya dan sebaliknya bertolak belakang dengan realitas yang sesungguhnya.

"Kalau dasar penolakan terhadap Perda berbasis agama khususnya perda atau Qanun Syariat Islam yang hari ini berlaku di Aceh karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila serta guna mencegah diskriminasi, ketidakadilan, dan tindak intolerasi, maka sama sekali tidak ada kolerasi dan relevansi serta di luar konteks," kata Haji Uma.

Menurut Haji Uma, Perda berbasis agama tidak bertentangan dengan konstitusi Republik Indonesia dan ideologi negara.

Undang-Undang Dasar 1945, kata Haji Uma, memberi ruang bagi aturan hukum di bawahnya untuk mengatur regulasi berkaitan hukum agama.

Haji Uma berpendapat bahwa perda berbasis agama justru menjadi bagian yang memperkuat manifestasi Pancasila, dalam kaitan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Haji Uma menyayangkan pernyataan Grace Natalie karena hanya akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan, khususnya masyarakat Aceh sebagai daerah yang menerapkan hukum syariat Islam.

Karena itu, dalam kapasitasnya sebagai rakyat Aceh dan anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma mengecam pernyataan politik tersebut dan mendesak agar Grace Natalie meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh.

"Pernyataan itu telah sangat meresahkan dan melukai hati umat muslim di Aceh. Apakah dengan berlakunya Qanun Syariah Islam, lantas Aceh tidak toleran dan diskriminatif serta tidak tidak ada keadilan? Hemat saya, alasan itu terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu, Grace Natalie harus segera minta maaf kepada rakyat Aceh," tegas Haji Uma.

VIDEO - Alumni Dayah Aceh Kritisi Pernyataan Grace Natalie

Tolak Perda Syariah, Ketua Umum PSI Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim terkait Penistaan Agama

Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Sekjen PSI Sebut Tak Masuk Akal

Haji Uma juga mengingatkan sejarah panjang berdirinya Republik Indonesia dan sejarah kontemporer Aceh.

Hukum Islam sudah berlaku jauh sebelum lahirnya Indonesia.

Ustaz Abdul Somad Cerita Kesannya Tentang Peureulak Aceh, Daerah Pertama Masuknya Islam ke Nusantara

Penyanyi Asal Irlandia Putuskan Masuk Islam dan Ganti Nama, Ini Videonya Saat Berlatih Azan

Abdulmanap Nurmagomedov, Sosok Ayah dan Pelatih Khabib Nurmagomedov yang Taat Syariat Islam

Paska terbentuknya NKRI di mana Aceh ikut berperan penting, konstruksi sosial budaya dan sendi kehidupan rakyat Aceh berbasis pada nilai syariat.

Apalagi saat ini sudah ada aturan hukum yang berlaku sebagai hasil dari upaya perjuangan dan konflik panjang antara Aceh dan Republik ini.

Haji Uma: Kemendagri jangan Asal Setujui Empat Pulau Aceh Singkil Jadi Wilayah Sumatera Utara

VIDEO - Haji Uma Kunjungi Amat Kostrad di RSUD Cut Meutia

Haji Uma: Azan Itu Panggilan Ibadah Umat Muslim, Suaranya Harus Keras Agar Terdengar

"Jadi Qanun Syariat Islam di Aceh yang berlaku saat ini dengan landasan UU Nomor 11 Tahun 2006 tidak lahir begitu saja. Ada sejarah panjang di baliknya, termasuk sejarah Aceh dan Republik. Jadi tidak ada alasan untuk menggugatnya, bahkan sebaliknya mesti mendukung bagi perbaikan dan penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, karena merupakan bagian dari keistimewaan serta kekhususan Aceh yang dilindungi oleh konstitusi," tutup Haji Uma.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved