Pemilik Travel Harum Manis Akui Tipu Calon Jamaah Umrah

Tersangka kasus penipuan calon jamaah umrah mengakui sebagian uang yang disetor calon jamaah dipergunakan

Pemilik Travel Harum Manis Akui Tipu Calon Jamaah Umrah
Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK

BIREUEN - Tersangka kasus penipuan calon jamaah umrah mengakui sebagian uang yang disetor calon jamaah dipergunakan untuk keperluan pribadi dan dipinjamkan kepada orang lain sehingga calon jamaah tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.

Hal itu diungkapkan Har Zu bin H (35) selaku pengelola travel Harum Manis, Meulaboh, Aceh Barat kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Bireuen, Selasa (20/11).

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH mengatakan, tersangka kasus penipuan calon jamaah umrah hingga kemarin baru satu orang yaitu Har Zu bin H yang masih terus diperiksa.

Dua hari lalu, kata kapolres, ada dua korban lagi dari Aceh Barat datang ke Polres Bireuen memastikan apakah benar tersangka yang melakukan penipuan. Setelah melihat wajah tersangka korban membenarkan. Tersangka sendiri sudah mengakui melakukan penipuan tersebut sehingga calon jamaah tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci karena uang setoran digunakan untuk keperluan pribadi.

Menurut tersangka, sebagian besar uang sudah dikembalikan dan lainnya akan dilunasi. Dia mengatakan, travel Harum Manis pernah memberangkatkan calon jamaah umrah dua tahun lalu dan berjalan lancar. Kemudian pada 2017 gagal karena uang setoran terpakai untuk keperluan pribadi.

Kasat Reskrim Polres Bireuen menambahkan, tim penyidik terus memeriksa tersangka sambil berharap jika ada korban lainnya segera melapor ke Polres Bireuen untuk melengkapi berkas perkara tersebut.

Sebagaimana diberitakan, Polres Bireuen sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (13/11) menangkap seorang pria berinisial Har Zu bin H (35), warga Desa Cot Pluh, Samatiga, Aceh Barat yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah calon jamaah umrah.

Pria tersebut ditangkap di rumahnya kawasan Desa Alue Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Dari laporan sementara, kerugiaan jamaah seluruhnya Rp 350 juta. Khusus untuk korban dari Bireuen mengalami kerugian Rp 41 juta lebih. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved