Nilai Tukar Rupiah Menguat, Begini Pendapat Ekonom Faisal Basri

Rupiah juga mengalami penguatan terbesar kedua sepanjang bulan ini dengan terapresiasi sebesar 5,70 persen (mtd)

Nilai Tukar Rupiah Menguat, Begini Pendapat Ekonom Faisal Basri
TRIBUNNEWS.COM
Uang Rupiah 

SERAMBINEWS.COM - Pada perdagangan Kamis (29/11/2018), di pasar spot Bloomberg nilai tukar rupiah menguat 1,01 persen ke level Rp 14.383 per dollar AS dibandingkan penutupan kemarin pada 14.529.

Hari ini rupiah bahkan sempat melejit ke posisi Rp 14.340 per dollar AS.

Rupiah juga mengalami penguatan terbesar kedua sepanjang bulan ini dengan terapresiasi sebesar 5,70 persen (mtd).

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp 14.408 per dollar AS, menguat 0,87 persen dibandingkan kemarin di level 14.535.

Baca: 20 Napi LP Banda Aceh yang Berhasil Ditangkap Terjerat Kasus Narkoba, Ini Nama-namanya 

Baca: Pemuda Tampan Nikahi Nenek Fatimah, Keduanya Terpaut Usia 31 Tahun, Begini Perjalanan Cinta Mereka

Chief Economist Permata Bank Joshua Pardede menyebutkan, penguatan rupiah pada hari ini ditopang oleh komentar gubernur bank sentral AS Jerome Powell pada Rabu (28/11/2018) malam mengingat suku bunga acuan AS saat ini hampir mendekati level normalnya.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga acuan Fed pada tahun depan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yakni 3 kali 25 bps menjadi 1 hingga 2 kali kenaikan saja," ujar Joshua kepada Kompas.com, Kamis (29/11/2018) malam.

Komentar dovish Jerome Powell tersebut mendorong pelemahan dollar AS terhadap sebagian besar mata uang negara maju dan negara berkembang.

Baca: Tangan Imran Putus Ditebas Pelaku Begal Sadis, Keluarga Minta Tangan Pengkong Cs Juga Dipotong

Baca: Yusril Ihza Mahendra: Masak Jadi Lawyer Jokowi-Maruf Saja Terus Saya jadi Cebong? Yang Benar Saja

Selain itu, tren turunnya harga minyak dunia sebesar 34 persen dari level tertingginya pada bulan Oktober di kisaran 50 dollar per barrel juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak bumi.

"Sentimen positif bagi pasar keuangan negara berkembang tersebut mendorong masuknya dana asing ke pasar keuangan domestik di mana pada bulan ini terjadi net buy 659 juta dollar AS di pasar saham dan kenaikan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 2,05 miliar dollar AS," ucap Joshua.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penguatan rupiah pada beberapa pekan terakhir ini juga ditopang oleh langkah kebijakan pre-emptive Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan pada RDG bulan November ini.

Baca: Jeritan Warga Pedalaman di Maluku Utara, Demi Buat Selembar KTP Bisa Habis Uang Sejuta

Baca: Abiya Kuta Krueng Serahkan Draf Masukan Ulama Aceh terhadap RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri.
Ekonom Faisal Basri. (kompas.com)
Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved