Dari Tsunami Purba sampai Generasi ‘Z’

FESTIVAL Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) 2018 yang digelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB)

Dari Tsunami Purba sampai Generasi ‘Z’
SERAMBI/MISRAN ASRI
KADIS Pendidikan Aceh, Syaridin foto bersama dengan perwakilan sekolah yang menerima penghargaan dalam rangka SMAB Fest 2018 pada malam penutupan kegiatan di Museum Tsunami Aceh, Minggu (2/12) malam. 

FESTIVAL Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) 2018 yang digelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh dan BPBA di Banda Aceh, 1-2 Desember 2018 tidak hanya bermuatan perlombaan dan simulasi. Kegiatan dua hari itu juga diisi dengan aneka pengetahun kebencanaan mulai dari jejak tsunami purba di Aceh hingga komitmen generasi milenial (generasi Z) untuk menjadi duta dalam pengurangan risiko bencana.

Dalam hal simulasi bencana, SMAB Festival 2018 melibatkan tidak kurang 14 sekolah (5.000 murid dari TK sampai SMA) di Kota Banda Aceh untuk uji kemampuan evakuasi mandiri menghadapi bencana gempa berpotensi tsunami.

“Semua sekolah telah memperlihatkan kemampuan rata-rata dalam menghadapi bencana. Bahkan ada sekolah yang memiliki keunggulan plus seperti ‘tenaga medis sekolah’ dan rambu-rambu penyelamatan,” lapor Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin di hadapan Plt Gubernur Aceh diwakili Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBA), HT Ahmad Dadek SH dan Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd pada malam penganugerahan sekaligus penutupan SMAB Festival 2018 di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Minggu (2/12) malam.

Pemantauan Serambi, semua peserta yang mengikuti simulasi berhasil melakoni skenario perlombaan hingga berkumpul ke gedung penyelamatan di Museum Tsunami Aceh dan Gedung Dakwah/Masjid Muhammadiyah. Simulasi melibatkan tim pendukung dari RAPI, MRI (Masyarakat Relawan Indonesia), PMI, Damkar, Dinas Kesehatan, dan BPBA.

Tim penilia simulasi berasal dari Program Studi S-2 Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Unsyiah yang juga Dewan Pakar Forum PRB Aceh, yaitu Risma Sunarty MSi, Dr Ir T Alvisyahrin MSc, dan Dr Nazli Ismail, MSc. Tim ini juga diperkuat oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA yang juga Pengurus Forum PRB Aceh.

Tsunami purba
Rangkaian SMAB Fest 2018 juga diisi oleh lembaga Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC) Unsyiah dengan menggelar workshop ‘Pengembangan Tsunami Heritage sebagai Laboratorium Pendidikan Kebencanaan.’

Workshop yang berlangsung di Museum Tsunami Aceh itu terbuka untuk umum yang menampilkan narasumber antara lain Nazli Ismail, peneliti dari TDRMC Unsyiah/Ketua Prodi MIK Unsyiah dan

Ayu, Pengelola Museum Tsunami Aceh mengangkat materi tentang ‘Optimalisasi Kawasan Tsunami Heritage untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata.’ Terkait dengan heritage tsunami, Nazli Ismail membeberkan antara lain tentang Guha Ek Luntie (goa kotoran kelelawar) di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Guha Ek Luntie menjadi bukti bahwa Aceh juga pernah mengalami bencana tsunami sekitar 7.400 tahun lalu. Penggalian (penelitian) dilakukan untuk melihat sejarah tsunami purba tersebut hingga kejadian tahun 2004. Pemerintah Aceh melalui BPBA telah memprogramkan untuk memugar Guha Ek Luntie untuk kepentingan pendidikan.

Generasi Z
Yang tak kalah menariknya dari event SMAB Fest 2018 adalah berkumpulnya empat anak muda yang mewakili generasi milenial menggelar workshop dan diskusi bertema Lesson Learnt from Youth Ambassador--’Muda Sadar Bencana’.

Anak muda yang menyebut mereka sebagai perwakilan generasi Z tersebut pernah menjadi duta pertukaran remaja ke sejumlah negara, yaitu M Haikal Razi (alumni SMAN 1 Banda Aceh), Thia Meisya (SMAN 1 Peukan Bada, Aceh Besar), Nazhatul Majalis (SMAN 6 Banda Aceh), dan Miftah Mardhatillah (SMAN 2 Banda Aceh).

Koordinator Pelaksana SMAB Fest 2018, Faisal Ilyas menjelaskan, keempat anak muda yang pernah mempresentasikan bencana Aceh ke sejumlah negara tersebut mengumpulkan siswa dari sejumlah sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar mendiskusikan tentang berbagai isu terkait pengurangan risiko bencana. “Insya Allah mereka siap menjadi bagian dari Forum PRB Aceh untuk mengampanyekan berbagai hal terkait edukasi bencana,” kata Ketua Forum PRB Aceh menjelang workshop generasi Z tersebut.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved