Jalan Tangse-Meulaboh Sering Putus, BPBD Pidie Usul Pemasangan Kawat Bronjong

Badan jalan nasional yang menghubungkan Pidie dengan Meulaboh, Aceh Barat, sudah tiga kali amblas, akibat diterjang air bah dari Krueng Balee.

Jalan Tangse-Meulaboh Sering Putus, BPBD Pidie Usul Pemasangan Kawat Bronjong
Foto kiriman warga
Pengendara nekat menerobos aliran air yang memutus jalan nasional Tangse-Meulaboh, di kawasan Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Badan jalan nasional yang menghubungkan Pidie dengan Meulaboh, Aceh Barat,  sudah tiga kali amblas, akibat diterjang air bah dari Krueng Balee.

Terbaru, jalan ini kembali putus pada Rabu (5/11/2018) di Km 42, tepatnya di Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse.

Hingga kini kerusakan jalan itu belum bisa ditangani akibat hujan lebat masih terus mengguyur kawasan itu.

Kendaraan yang hendak melintas pun terpaksa memotong aliran air di lokasi ini, yang sebenarnya sangat berbahaya karena bisa terseret oleh arus.

Baca: Banjir Putuskan Lagi Badan Jalan Nasional Tangse-Meulaboh, Banyak Kendaraan Terjebak

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos kepada Serambinews.com, Kamis (6/12/2018) mengatakan, jalan tersebut sudah tiga kali diperbaiki.

Tapi perbaikan badan jalan itu tak pernah dilakukan secara sempurna, di mana hanya ditimbun dengan pasir dan kemudian dilakukan pengerasan.

Selain itu, badan jalan terus dihantam air bah dari pegunungan Blang Pandak, sehingga sering membuat upaya perbaikan menjadi sia-sia.

"Seharusnya di sepanjang jalan yang bersisian dengan sungai, dipasangi kawat bronjong sebelum ditimbun. Sehingga badan jalan menjadi lebih aman dari potensi longsor," kata Apriadi. 

Baca: Dewan Pidie Kecewa terkait Lambannya Pengajuan RAPBK 2019, Sekda Sebut Sudah Jalankan Semua Tahapan

Menurutnya, jika kawat bronjong untuk pengaman badan jalan tidak dipasang, maka jangan harap kejadian serupa tidak terulang. “Apalagi timbunan pasir ini sangat mudah tergerus air ketika dihantam air bah,” ujarnya.

Selain itu, kata Apriadi, aliran Krueng Balee juga harus dinormalisasi. Mengingat sedimentasi makin tebal dan membuat Krueng Balee menjadi dangkal. Sehingga saat musim hujan, air dari Krueng Balee mudah meluap,” ungkapnya.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved