Napi Pindahan dari Jantho Meninggal di LP Banda Aceh

Di tengah upaya pengejaran napi dan tahanan LP Kelas IIA Banda Aceh yang kabur sejak Kamis (29/11), tiba-tiba

Napi Pindahan dari Jantho Meninggal di LP Banda Aceh
SERAMBI/M ANSHAR
Petugas mengamankan seorang napi yang baru ditangkap ke Lapas Klas II A Banda Aceh, Jumat (30/11/2018). Hingga pukul 17.35 sore kemarin. 

* 12 Napi LP Meulaboh Buron Sejak 2012

BANDA ACEH - Di tengah upaya pengejaran napi dan tahanan LP Kelas IIA Banda Aceh yang kabur sejak Kamis (29/11), tiba-tiba merebak informasi adanya seorang napi di LP yang berlokasi di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar tersebut meninggal dunia karena dugaan penganiayaan.

Sehubungan merebaknya info tersebut, sejumlah wartawan menghubungi Kepala LP Kelas IIA Banda Aceh, Endang Lintang Hardiman MH. Ternyata berdasarkan keterangan Endang, napi yang bernama M Isa bin Ismail (57), meninggal di dalam LP (kamar 13), Rabu (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB. “Yang bersangkutan bukan bagian dari napi yang kabur,” kata Endang.

M Isa bin Ismail, menurut Endang merupakan napi pindahan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jantho, Aceh Besar dan ditahan di LP Banda Aceh sejak 26 September 2018. “Napi tersebut terjerat kasus perlindungan anak,” kata Kepala LP Kelas IIA Banda Aceh.

Menurutnya, almarhum M Isa menjalani hukuman 12 tahun atas kasus yang menjeratnya dengan denda Rp 60 juta dan subsider 6 bulan. M Isa meninggal karena dugaan penyakit stroke. Napi tersebut sempat dilarikan ke RSUDZA Banda Aceh.

“Saat dilarikan ke rumah sakit, kita belum tahu apa penyakit yang menyebabkan M Isa meninggal. Dokter kita juga ikut dan ada di sana,” ujar Endang.

Jenazah M Isa diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa pulang ke salah satu desa di Kecamatan Baitusaalam, Aceh Besar. “Kita sudah menghubungi keluarganya dan mengabari musibah ini,” pungkas Endang Lintang.

Laporan lain menyebutkan, sebanyak 12 napi LP Kelas IIB Meulaboh yang kabur sejak 2012 hingga kini belum tertangkap. Menurut Kepala LP Meulaboh, Jumadi SE, mereka (12 napi yang kabur sejak 2012) masih dalam pencarian.

Jumadi mengatakan, ke-12 napi LP Meulaboh yang belum tertangkap tersebut merupakan bagian dari 42 napi yang kabur pada 2012. Dari jumlah yang kabur itu, Jumadi menyebut ‘hanya’ 12 orang lagi yang belum tertangkap meski sudah diburu oleh tim LP, TNI, dan Polri. “Nama-nama mereka ada di kantor,” kata Jumadi menjawab wartawan di sela-sela menghadiri kegiatan kebun percontohan Kodim 0105/Aceh Barat, Rabu (5/12).

Jumadi meminta napi yang masih kabur untuk menyerahkan diri karena hukumam masih harus mereka jalani. Karena, katanta, meski sudah tahun 2018, napi yang kabur masih diburu. “Napi yang kabur waktu itu karena kondisi LP yang baru dibangun sehingga belum begitu maksimal seperti pagar dan gedung lainnya,” kata Jumadi.(mir/riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved