Konsultasi Agama Islam

Penting Mana, Bayar Utang atau Menikah? Begini Penjelasan Ustaz Masrul Aidi

Kondisi ketiga, mendamaikan keduanya, bayar utang tetap, nikah tetap jalan. Karena menikah tidak mensyaratkan mas kawin tunai, tapi boleh kredit.

Penting Mana, Bayar Utang atau Menikah? Begini Penjelasan Ustaz Masrul Aidi
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Ustaz H Masrul Aidi Lc (Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu'eung, Kuta Baro, Aceh Besar). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Rabu (5/12/ 2018) malam di Rumoh Aceh Kupi Luwak diisi oleh Ustaz H Masrul Aidi Lc (Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu'eung, Kuta Baro, Aceh Besar.

Banyak hal yang dibahas dalam pengajian bertema "Bersegera kepada syari’at dan ampunan Allah; Kajian Surat Ali Imran ayat 133" ini.

Di antara bahasan yang menarik perhatian jamaah adalah bahaya riba dan cara berutang yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Usai pengajian, Serambinews.com menanyakan satu titipan pertanyaan dari jamaah ghaib (dunia maya).

Baca: Ustaz Masrul Aidi Jadi Khatib di Lombok, Jelang Peletakan Batu Pertama Masjid Bantuan dari Aceh

Baca: Tausiah 1 Muharram 1440 H di Pesantren Misbahul Ulum, Ustaz Masrul Aidi Usul Libur Idul Adha 4 Hari

Pertanyaan yang masuk via pesan Whatsapp itu berbunyi begini:

Kalo kita punya utang tapi pada saat itu juga ingin menikah, manakah yang harus didahulukan? Bayar utang atau menikah?”

Menjawab hal ini Ustaz Masrul Aidi mengatakan, ada tiga kondisi yang biasanya terjadi dalam kasus seperti ini.

Kondisi pertama, utangnya sudah jatuh tempo, aka diprioritaskan bayar utang.

Kondisi kedua, utangnya belum jatuh tempo, maka didahulukan untuk menikah.

Baca: Tu Sop: HUDA tak Persoalkan Afiliasi Politik Ulama

Kondisi yang ketiga, mendamaikan keduanya, bayar utang tetap, nikah tetap jalan. Karena menikah tidak mensyaratkan mas kawin tunai, tapi boleh kredit.

“Jadi prinsip dasarnya tidak berbenturan. Kalau memang salah satunya yang harus diprioritaskan, maka dilihat lagi kondisi kedharuratan seseorang itu untuk segera menikah. Kira-kira kalau tidak menikah segera apakah akan terjurumus kepada perbuatan dosa, maksiat, berzina atau tidak. Bila tidak, maka membayar utang yang sudah jatuh tempo lebih diprioritaskan,” pungkas Alumnus Ulumul Hadits Universitas Al-Azhar Mesir ini.

Lihat video lengkapnya di bawah ini.

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved