1 Muharram 1440 H

Tausiah 1 Muharram 1440 H di Pesantren Misbahul Ulum, Ustaz Masrul Aidi Usul Libur Idul Adha 4 Hari

Ustaz Masrul Aidi juga menyinggung tentang keistimewaan Aceh yang belum mampu mengistimewakan hari-hari istimewa dalam Islam.

Tausiah 1 Muharram 1440 H di Pesantren Misbahul Ulum, Ustaz Masrul Aidi Usul Libur Idul Adha 4 Hari
IST
Pengurus ForPMMU bersama santri Pesantren Modern Misbahul Ulum Paloh, Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (11/9/2018) 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Forum Pesantren Modern Misbahul Ulum (ForPMMU), Selasa (11/9/2018), mengadakan ceramah dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Ketua ForPMMU, Hermansyah MA melalui pesan Whatsapp kepada Serambinews.com mengatakan, kegiatan yang berlangsung di kompleks Pesantren Misbahul Ulum Paloh, Muara Satu, Lhokseumawe, diikuti seribuan lebih santri, alumni, dan dewan guru di pesantren tersebut.

Turut hadir Ketua Pembina ForPMMU Tgk. Muharuddin, MM yang juga menjabat Ketua DPR Aceh.

Hermansyah yang merupakan ahli naskah kuno (manuskrip) Aceh mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRA menyerahkan bantuan pendidikan kepada 91 anak yatim yang masih sekolah di pesantren itu.

“Saat ini jumlah santri dan santriwati PMMU berjumlah 1378 orang,” kata Hermansyah yang juga Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

(1 Muharram 1440 H, Ini Anjuran Menunaikan Puasa Asyura, Penghapus Dosa Setahun Lalu)

(Catat Tanggalnya! Jadwal Puasa Muharram 1440 H, Ini Niat dan Keutamaan)

Herman menambahkan, peringatan tahun baru 1 Muharram 1440 H di Pesantren Misbahul Ulum juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi Lc, tokoh agama muda dan penceramah dari Aceh Besar.

Ustaz Masrul Aidi dalam ceramahnya menyampaikan sejarah asal usul tahun hijriah dan pentingnya konsistensi dalam berhijrah ke arah yang lebih baik, sebagaimana dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.

Dalam ceramahnya di depan Ketua DPRA dan ribuan santri, dewan guru, dan tokoh masyarakat yang hadir, Ustaz Masrul Aidi juga menyinggung tentang keistimewaan Aceh yang belum mampu mengistimewakan hari-hari istimewa dalam Islam.

“Kita di Aceh punya keistimewaan syariat Islam, UUPA melindungi keistimewaan (lex specialist), tapi sangat disayangkan keistimewaan itu tidak mampu kita isi dengan mengistimewakan hari-hari istimewa,” ujarnya.

(Plt Gubernur Serahkan KUA-PPAS 2019, Ketua DPRA: Kita Usahakan APBA Bisa Disahkan 30 November 2018)

Ustaz Masrul memberikan contoh tentang libur Idul Adha di Aceh selama ini hanya diberikan satu hari.

“Saya sedih ketika setiap kali Idul Adha kita hanya libur 1 hari. Kemarin pemerintah hanya tambah libur (menjadi) 2 hari. Padahal sepatutnya libur empat hari, 10 Zulhijjah, 11, 12, dan 13 (Zulhijjah) adalah hari tasyrik,” ujarnya.

Menurutnya, pada hari-hari tasyrik itu, Allah saja mengharamkan ummat Islam berpuasa, karena wajib bersuka cita.

“Tapi ternyata, kita (malah) masuk kerja. Maka saya usul, kenapa tidak di Aceh dibuat satu qanun bahwa libur Idul Adha empat hari, yaitu (selama) hari tasyrik. Saya yakin tidak ada pihak atau partai yang menolak,” ungkap Masrul Aidi.

Berikut cuplikan video ceramah Ustaz Masrul Aidi pada acara peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1440 H, di Pesantren Misbahul Ulum Paloh, Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (11/9/2018).

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved