Saree Miliki Peternakan Ayam Tertutup

Kawasan Peternakan Saree, Aceh Besar, memiliki satu unit gedung peternakan ayam petelur dengan sistim tertutup

Saree Miliki Peternakan Ayam Tertutup
IST
WAKIL Ketua DPRA, Sulaiman Abda, sedang tinjau lokasi Close House, peternakan ayam tertutp, di Saree, Aceh Besar, Rabu (5/12). 

* Kabupaten Bisa Menyontoh

BANDA ACEH - Kawasan Peternakan Saree, Aceh Besar, memiliki satu unit gedung peternakan ayam petelur dengan sistim tertutup atau close house dengan kapasitas 20.000-25.000 ekor ayam petelur. “Jika ayam yang dipelihara itu nanti seluruhnya bertelur, maka setiap hari bisa menghasilkan 20.000-25.000 butir telur,” sebut Kepala Dinas Peternakan Aceh, Ir Rahmandi di Saree, Rabu (5/12) sore. Wakil Ketua I DPRA Sulaiman Abda ikut meninjau lokasi peternakan ayam sistem tertutup tersebut.

Kata Rahmandi, sistem peternakan ayam petelur tertutup dibangun di Saree dengan tujuan memperkenalkan teknologi baru peternakan ayam petelur yang telah berkembang di negara-negara Eropa dan Asia.

“Untuk memperkenalkan kepada masyarakat Aceh bahwa beternak ayam petelur tidak hanya dengan sistem terbuka. Dengan sistem tertutup ternyata lebih menguntungkan,” kata dia.

Banyak keuntungan beternak ayam petelur secara tertutup, antara lain tidak rentan serangan berbagai jenis penyakit. Selain itu, tidak menimbulkan bau terhadap lingkungan sekitar, karena suhu udara di dalam gedung diatur normal, tidak boleh teralu lembab atau panas. “Kerjanya sangat efisien dan efektif, tidak perlu menggunakan buruh terlalu banyak. Cukup 4 orang untuk dua shif jaga, yaitu siang dan malam,” kata dia.

Produktivitas telur pun bisa mencapai 95 persen. Namun sistem pemeliharaan ayam petelur tertutup ini butuh investasi yang besar, sekitar Rp 3-5 miliar untuk satu unit kandang dengan ukuran 12 meter x 100 meter. Tapi, dengan kapasitas ayam yang dipelihara bisa mencapai 20.000-25.000 ekor itu, dalam 3-5 tahun investasinya sudah kembali. Apalagi prosentase produksi telur bisa mencapai 90-95 persen.

Tujuan lain Disnak Aceh memelihara ayam peterlur dengan sistem tertutup, kata Rahmandi, sebagai proyek percontohan bagi dinas peternakan kabupaten/kota. “Penyuluh peternakan yang ada di kabupaten, kalau ingin mempelajari pemeliharaan ayam petelur dengan sistem tertutup bisa datang ke Saree, Aceh Besar, tidak perlu belajar ke pulau Jawa atau Sumut,” tandasnya kembali.

Wakil Ketua I DPRA Sulaiman Abda mengatakan, satu unit gedung tempat pemeliharaan ayam petelur dengan sistem tertutup yang sudah ada di Saree perlu ditangani secara profesional agar operasionalnya bisa terus berjalan dan memberikan pendapatan asli Aceh pada tahun depan. “Kalau nanti pengelolaannya bagus, DPRA akan mendukung kembali usulan pihak eksekutif membangun dua unit lagi gedung tempat pemeliharaan ayam petelur dengan sistem tertutup,” ujar Sulaiman Abda.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved