Gajah Liar di Subulussalam Berhasil Ditangkap, BKSDA: Besok Dipindahkan ke Hutan

Gajah liar yang selama ini kerap masuk ke areal perkebunan masyarakat dan merusak tanaman berhasil ditangkap dalam operasi yang digelar BKSDA Aceh.

Gajah Liar di Subulussalam Berhasil Ditangkap, BKSDA: Besok Dipindahkan ke Hutan
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Gajah liar yang berhasil ditangkap Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), Sabtu (8/12/2018) di Desa Tangga Besi, kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Gajah liar yang selama ini kerap masuk ke areal perkebunan masyarakat dan merusak tanaman akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi yang digelar Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), Sabtu (8/12/2018) di Desa Tangga Besi, kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Penangkapan gajah liar yang sempat masuk ke perkampungan ini di tengah kota ini melibatkan lima ekor gajah jinak. 

Kepala BKSDA Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo yang dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan penangkapan seekor gajah liar. Gajah liar berjenis kelamin betina itu ditangkap sekitar pukul 12.30 WIB siang.

“Benar, gajah yang selama ini masuk ke perkebunan masyarakat sudah berhasil ditangkap dengan tembak bius,” kata Kepala BKSDA Sapto.

Baca: DPRA Dukung Upaya Pemerintah Hadapi Konflik Gajah

Baca: Warga Blang Teungku Nagan Raya Bersyukur Sudah Dua Malam tak Lagi Diteror Gajah Liar

Baca: Aceh Susun Rencana Hadapi Konflik Gajah

Dikatakan, hewan berbelalai panjang itu berbobot seberat 2,5 ton. Rencananya  gajah berusia sekitar 20 tahun ini akan segera dipindahkan ke hutan wilayah Bengkung, perbatasan antara Kecamatan Sultan Daulat dengan Aceh Tenggara sekitar 15 kilometer dari wilayah PT Indo Sawit Perkasa atau ISP.

Pemindahan gajah liar ini dilakukan Minggu 99/12/2018) besok pagi sekitar puku 06.00 WIB. 

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Sahrial, mengatakan, upaya penangkapan terhadap gajah tersebut telah dilakukan sejak Jumat kemarin. Penangkapan lanjut Sahrial, melibatkan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, DLHK, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan bantuan dana dari NGO. 

"Setelah dilumpuhkan, selanjutnya dipasang GPS collar, diangkut menggunakan truk untuk selanjutnya digiring ke kawasan hutan Soraya Bengkong arah taman nasional," pungkas Sahrial. (*) 

Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved