Citizen Reporter

Pesona Aceh di Mata Dunia

ALHAMDULILLAH, akhir November 2018 merupakan kesempatan emas bagi saya karena dapat menginjakkan kaki pertama kalinya di Timur Tengah

Pesona Aceh di Mata Dunia
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh 
NAUFAL AHSANUL MUHAMMAD, Peserta “International Student Festival of Harkat“ Isfahan, Iran, dari Hebei University of Economics and Business
Shijiazhuang, melaporkan dari Iran
NAUFAL AHSANUL MUHAMMAD, Peserta “International Student Festival of Harkat“ Isfahan, Iran, dari Hebei University of Economics and Business Shijiazhuang, melaporkan dari Iran (FOTO.IST)

NAUFAL AHSANUL MUHAMMAD, Peserta “International Student Festival of Harkat“ Isfahan, Iran, dari Hebei University of Economics and Business
Shijiazhuang, melaporkan dari Iran

ALHAMDULILLAH, akhir November 2018 merupakan kesempatan emas bagi saya karena dapat menginjakkan kaki pertama kalinya di Timur Tengah. Saya bahkan diberi kesempatan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam acara “International Student Festival of Harkat” di Iran. Bukan hal yang mudah saat harus menghadapi 21.000 pendaftar dari 160 negara hingga yang terpilih hanya 85 orang saja dari 43 negara. Dan saya menjadi peserta termuda dalam acara ini.

Kegiatan selama sepuluh hari ini berlangsung lancar. Kami juga diberi kesempatan mengunjungi beberapa kota di Iran, di antaranya Tehran, Abyaneh, Karaj, Kashan, Qom, dan lokasi pusat acara berlangsung di Isfahan.

Selama kegiatan, saya sangat senang dapat berdialog dengan orang- orang asing untuk menambah relasi, wawasan, dan bagi saya ini adalah momentum saya sebagai putra daerah “Aceh” untuk memperkenalkan daerah saya kepada dunia.

Ketika para peserta lain mengetahui saya berasal dari Indonesia, mereka langsung menghampiri saya dan memuji akan keramahan masyarakatnya, lezatnya kuliner, dan indahnya alam Indonesia. Yang lucunya saya tidak melakukan promosi mengenai Indonesia, tetapi para peserta yang pernah berkunjung ke Indonesia menceritakan semuanya dan membujuk para peserta lain agar wajib ke Indonesia. Bahkan yang mengejutkan ada yang menyatakan, “Saya yakin Indonesia akan menjadi negara superpower.” Mendengar itu, saya hanya tersenyum dan berharap semoga ini benar-benar terjadi.

Di tengah pembicaraan mereka bertanya kepada saya, “Dari kota mana kamu berasal?” Dalam hati, saya ingin mengatakan, “Tempat terjadinya tsunami tahun 2004” agar mereka langsung mengenali, namun saya tidak mengatakan itu. Yang saya katakan justru “Aceh”. Seperti dugaan saya sebagian peserta tidak mengenal Aceh. Namun, yang mengagetkan beberapa di antara peserta mengenali dan memberikan tanggapan, Di antaranya, para peserta dari Turki paham akan sejarah Aceh-Turki di masa lampau.

Salah seorang peserta dari Jerman mengatakan, Aceh adalah tempat di mana kita bisa menghilangkan kepenatan dengan keindahan pantainya. Terakhir, peserta dari Rusia menceritakan tentang geografis Aceh, konflik Aceh, dan tsunami Aceh. Tentu saja saya kaget karena dia paham betul masalah Aceh. Setelah saya tanya lebih detail, ternyata dia sedang membuat penelitian dengan studi lokasi Asia Tenggara dan Aceh menjadi salah satu daerah yang ia kagumi. Nah, begitulah kira-kira pesona Aceh di mata dunia.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved