Kuala Panteraja Dangkal, Ini Desak Nelayan Pidie Jaya

Karena semburan pasir dan sendimen sungai Krueng Panteraja yang mengendap pada permukaan Kuala

Kuala Panteraja Dangkal, Ini Desak Nelayan Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pidie Jaya, Ir HM Bentara memperhatikan kondisi bibir kuala TPI Panteraja, Kecamatan Panteraja, yang sangat dangkal dalam 14 tahun terakhir, Minggu (8/12/2018). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Selama 14 tahun terakhir Kuala Panteraja menjadi sangat dangkal sehingga menyebabkan ribuan nelayan yang bermukim di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Kuala Panteraja, Kecamatan Panterja Pidie Jaya (Pijay) kewalahan melakukan pembongkaran hasil tangkapan.

Mereka mendesak pemerintah atau Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat untuk melakukan pengerukan TPI Kuala Panteraja yang telah sangat dangkal.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pijay, Ir HM Bentara kepada Serambinews.com, Minggu (9/12/2018) mengatakan, sejak terjadinya bencana gempa dan tsunami akhir 2004 lalu telah menyebabkan TPI Kuala Panteraja semakin dangkal.

Baca: Kunjungi Pidie Jaya, Rombongan Bupati Serang Banten Belajar Cara Membuat Usaha Garam Rakyat

Karena semburan pasir dan sendimen sungai Krueng Panteraja yang mengendap pada permukaan Kuala.

"Selama 14 tahun terakhir ribuan nelayan dari 100 boat ukuran 6 sampai 7 Gross Tone (GT) tak dapat melakukan pembongkaran hasil tangkapan di TPI," sebutnya.

Adapun upaya pembongkaran dilakukan dengan dua hal yaitu, menunggu air pasang dan pembongkaran dengan melansir dari laut lepas dengan menggunakan boat labi-labi.

Hal ini menyebabkan beban biaya bagi para nelayan.

Para nelayan telah meminta pemerintah dengan mengajukan proposal untuk melakukan upaya pengerukan kuala serta pemasangan tebing sungai disepanjang Kuala Panteraja.

Diyakini, jika pengerukan kuala dilakukan, maka boat ukuran 30 GT sampai 60 GT dapat merapat ke TPI Kuala Panteraja.

Baca: Dampak Banjir Bireuen, Jembatan, Irigasi dan Talud Rusak Parah

Maka dengan sendirinya upaya peningkatan PAD daerah dapat diperoleh dengan sendirinya buka dengan kondisi selama ini.

Padahal, letak TPI Kuala Panteraja sangatlah strategis di Pijay dikarenakan kompleksnya berada hanya 150 meter dari badan jalan nasional Banda Aceh-Medan.

Sehingga dengan mudah dilakukan pengangkutan hasil tangkapan nelayan ke luar daerah.

"Namun dikarenakan kendala kuala dangkal maka impian bagi ribuan nelayan menjadi sia-sia belaka," ujarnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved