PM Malaysia Protes Sikap Australia yang Akui Yerusalem Barat Sebagai Ibu Kota Israel
Bulan lalu, Mahathir menyatakan keprihatinannya terhadap rekannya PM Australia Scott Morrison atas niat negaranya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad mengkritik Australia karena mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
Menurut Mahathir, tak ada haknya Australia untuk melakukan hal itu. Termasuk membagi menjadi Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.
Baca: Turki Sebut Donald Trump Siap Bekerja Sama untuk Ekstradisi Fethullah Gulen
"Jerusalem harus tetap seperti yang sekarang dan bukan ibu kota Israel," tegas Mahathir kepada setelah menerima gelar doktor dalam kepemimpinan sosial, bisnis dan politik dari Universitas Rangsit, di Bangkok, Minggu (16/12/2018).
"Jerusalem selalu berada di Palestina, jadi mengapa mereka mengambil inisiatif untuk membagi Jerusalem yang bukan milik mereka? Mereka tidak punya hak," tambahnya.
Baca: Hendak Menyalip Akhirnya Tabrak Truk Colt Diesel, Dua Pengendara Yamaha R15 Tewas Mengenaskan
Malaysia adalah negara mayoritas Muslim dan telah lama mendukung solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel.
Mahathir menilai upaya Australia ingin membagi Jerusalem hanya akan membangkitkan marah.
Bulan lalu, Mahathir menyatakan keprihatinannya terhadap rekannya PM Australia Scott Morrison atas niat negaranya memindahkan kedutaan Besar ke Jerusalem .
"Kami melihat kata-kata yang digunakan yang sangat hati-hati dibangun. Namun demikian, di mata negara Arab, semua ini bukanlah sesuatu yang mereka dapat terima, " katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Australia akan mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Meski begitu, pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv tidak segera dilakukan.
Baca: 7 Ponsel Dengan Kamera Terbaik di Tahun 2018
Diwartakan ABC News, Sabtu (15/12/2018), Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pergeseran kebijakan luar negeri tersebut sebagai keputusan yang berimbang dan terukur.
"Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang menjadi pusat pemerintahan Knesset (Parlemen Israel) dan banyak lembaga pemerintahan, adalah ibu kota Israel," katanya dalam sebuah pidato di Sydney.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahathir Protes Sikap Australia yang Akui Yerusalem Barat Sebagai Ibu Kota Israel,
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi