Terbukti Cemarkan Nama Baik Darwati, Pemilik Akun Timphan Aceh Divonis 10 Bulan Penjara

Pemilik akun Timphan Aceh, Muhammad Jumara divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh selama sepuluh bulan penjara,

Terbukti Cemarkan Nama Baik Darwati, Pemilik Akun Timphan Aceh Divonis 10 Bulan Penjara
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Dikha Savana SH dan Rizki Aprida SH memintai keterangan kepada tersangka kasus akun Timphan Aceh, MJ di kantor Kejari Banda Aceh, Senin (13/8). SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemilik akun Timphan Aceh, Muhammad Jumara divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh selama sepuluh bulan penjara, denda Rp 25 juta subsider 2 bulan kurungan.

Jumara terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mencemarkan nama baik istri Gubernur Aceh nonaktif, Darwati A Gani melalui facebook.

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Backtiar dalam sidang pamungkas, Selasa (18712/2018).

Sidang itu dihadiri terdakwa Jumara bersama kuasa hukumnya, Ruli Riski SH dan JPU Kejari Banda Aceh, Dikha Savana SH.

Baca: Pemilik Akun Timphan Aceh Mengaku tak Ada Niat Cemarkan Nama Darwati

Vonis tersebut menguatkan tuntutan JPU yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

Terhadap putusan itu, terdakwa Jumara bersama kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari apakah menerima atau mengajukan banding.

Untuk diketahui, terdakwa Jumara diadukan oleh Darwati A Gani karena telah mengupload foto dan status yang mengait-ngaitkan Darwati dengan seorang pria berinisial MRS, germo prostitusi online yang kini telah dihukum tiga tahun penjara.

Baca: VIDEO - Darwati Diperiksa Pengadilan Banda Aceh, Pemilik Akun Timphan Aceh Minta Maaf

Darwati merasa dirugikan dengan postingan tersebut. Kendati demikian, baik Darwati maupun Jumara telah saling memaafkan dan Jumara mengaku tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Hal itu disampaikan di muka persidangan saksi Darwati diperiksa sebagai saksi korban.

“Saya minta maaf karena ada kesalahan yang saya tulis,” kata Muhammad Jumara kepada Darwati sambil bersalaman.

“Iya saya maafkan. Ini harus menjadi pengalaman dan semoga tidak terjadi lagi kepada orang lain,” jawab Darwati dengan tenang sambil menatap ke arah Jumara. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved