Dinsos dan PKH Aceh Timur Sderahkan Bantuan untuk Bayi Penderita Hidrosefalus

Penanganan sementara sifatnya untuk mengurangi keluhannya yaitu memperbaiki kondisi gizinya.

Dinsos dan PKH Aceh Timur Sderahkan Bantuan untuk Bayi Penderita Hidrosefalus
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Kasi Jaminan Sosial Dinsos Aceh Timur, Saharani, disaksikan Direktur RSUD dr Zubir Mahmu, dr Edi Gunawan, menyerahkan santuan kepada Maryam nenek Amirul (5 bulan) bayi yang menderita hidrosefalus saat dirawat di RSUD setempat, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dinas Sosial Aceh Timur bersama petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Aceh Timur menyantuni M Amirul (5 bulan) bayi penderita hidrosefalus (kelainan saraf yang menyebabkan kepala membesar) yang dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur.

“Bantuan yang kita serahkan berupa uang tunai, dan perlengkapan bayi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga selama bayi menjalani proses pengobatan,” ungkap Kadis Dinsos Atim Ir Elfiandi, melalui Kasi Jaminan Sosial Saharani didampingi Koordinator PKH Aceh Timur, Saiful Fahmi, Jumat (21/12/2018).

Baca: Dua Bocah Terkunci Berjam-jam dalam Mobil, Satu Bocah Tertolong, Satu Lagi Tewas Kehabisan Oksigen

Baca: Dua Lelaki Tanpa Busana Pelukan Dalam Mobil Positif Konsumsi Sabu, Polisi Kantongi Identitas Mereka

Maryam nenek sang bayi mengatakan, sebelumnya bayi dari pasangan Zunaldi dan Zikrina ini lahir dengan normal.

Namun sejak dua bulan terakhir mengalami sakit di Malaysia. Kemudian, dibawa pulang ke Gampong Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur.

“Setelah 4 hari ini di sini lalu kami bawa berobat di RSUD dr Zubir Mahmud,” ungkap Maryam.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Zubir Mahmud, Aceh Timur dr Edi Gunawan, mengatakan M Amirul mengalami kelainan di saraf sehingga menyebabkan kepalanya membesar.

“Tampak dari fisik bayi ini mengalami hidrosefalus yaitu mengalami kelainan dari bawaaan yakni kelainan pada sarafnya, sehingga kepalanya membesar,” ungkap dr Edi.

Baca: Masuki Hari Kedelapan, Keberadaan Warga Kuala Batee Masih Misterius

Biasanya, lanjut dr Edi, penderita hidrosepalus diikuti juga dengan sakit lainnya seperti oleh gangguan sesak napas, gangguan asupan makanan, dan lain-lain sehingga berisiko terhadap gangguan gizi si bayi.

“Karena itu, penanganan sementara sifatnya untuk mengurangi keluhannya yaitu memperbaiki kondisi gizinya. Nanti kalau sudah memungkinkan baru kita konsul dengan dokter bedah saraf, untuk dilakukan pembedahan saraf,” katanya.

Penanganan untuk penderita hidrosefalus ini, lanjut dr Edi, yaitu harus ditangani oleh dokter bedah saraf, sehingga penumpukan cairan di kepalanya bisa dialirkan ke bagian tubuh yang lainnya.

Baca: Mendapat Tekanan dan Diskriminasi dari Otoritas Cina, KWPSI Prihatin dengan Nasib Muslim Uighur

Saat ini, kata dr Edi, pasien sudah ditangani itensif oleh dokter anak. Namun jika nanti, pasien tersebut membutuhkan dokter spesialias lainnya dan jika dokter tersebut ada di rumah sakit setempat, maka hanya dirujuk antar bagian saja.

“Namun jika dokter spesialis yang dibutuhkan tidak ada di RSUD ini, maka pasien terpaksa dirujuk ke RSUD lain,” ungkap mantan direktur RSUD Sulthan Abdul Azis Syah Peureulak, Aceh Timur ini.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved