Dua Pemuda Pidie Jaya Edarkan Uang Palsu di Tiga Kabupaten untuk Beli Narkoba

Warga di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Besar diharapkan waspada dengan beredarnya uang palsu pecahan Rp 100.000, Rp 20.000 dan Rp 5.000.

Dua Pemuda Pidie Jaya Edarkan Uang Palsu di Tiga Kabupaten untuk Beli Narkoba
Serambinews.com
Waka Polres Pidie, Kompol Iskandar SEAk (kanan) bersama Kasat Reskrim, Mahliadi ST MN (dua kiri) dan KabagOps, Kompol Juli Efendi SE (kiri) memperlihatkan barang bukti uang palsu serta dua pelaku pencetak uang palsu, Mundari M Ali dan Busairi Ridwan, Kamis (27/12/2018) pada acara konferensi pers akhir tahun di Polres Pidie. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU – Warga di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Besar diharapkan waspada dengan beredarnya uang palsu pecahan Rp 100.000, Rp 20.000 dan Rp 5.000.

Karena menurut polisi, dua pemuda bernama Mundari M Ali Asyek (29) warga Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya (Pijay) bersama Busairi Ridwan (30) asal Gampong Dayah Baroh, Kecamatan Ulim, Pijay, dalam tiga bulan terakhir ini telah membelanjakan uang palsu ke sejumlah pedagang bahkan ke agen narkoba.

Baca: Mayat Hanyut belum Dievakuasi

"Kedua pelaku ini dibekuk aparat Reskrim Polres Pidie pada Selasa (25/12) malam di rumah toko (Ruko) milik Busairi Ridwan di Gampong Paya Tui, Kecamatan Ulim, Pijay.

Kini mereka masih mendekam di prodeo Mapolres untuk menjalani proses penyidikan. “Mereka bisa diganjar hukuman 15 sampai 20 tahun atas kejahatan ini," sebut Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com, Kamis (27/12/2018).

Baca: Pemerintah Aceh Siap Bantu Unsyiah Kembangkan Mobil Listrik

Penangkapan dua pelaku ini berawal dari informasi adanya pengedar uang palsu di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Paru, Kecamatan Bandar Baru, Pijay. Polisi pun bergerak cepat menangkap kedua pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata kedua pelaku ini telah mencetak uang palsu sejak bulan Oktober hingga Desember.

Semua uang cetakan palsu itu diedarkan di Kabupaten Pijay, Bireuen (Samalanga), dan Aceh Besar (Saree). 

Baca: Polisi Amankan Uang Palsu Rp 1,8 Miliar, Tabrak Mobil Pelaku yang Berusaha Kabur

"Dari pengakuan pelaku, setiap hari mereka menghabiskan Rp 4 juta uang palsu dengan cara dibelanjakan di SPBU, pedagang kelontong, dan membeli narkoba jenis sabu-sabu,"sebut Mahliadi.

Dalam mencetak uang palsu tersebut, kedua pelaku belajar dari menonton di You Tube. Selanjutnya mempraktekkan dengan meng-scan dan mencetaknya menggunakan printer yang dibeli secara patungan antara kedua pelaku. 

Uang yang dicetak berupa pecahan Rp 100.000, Rp 20.000, serta Rp 5.000.  "Uang itu kemudian digunakan untuk membeli barang dan makanan kios-kios pinggir jalan, mengisi BBM di SPBU, serta membeli narkoba jenis sabu-sabu," kata AKP Mahliadi.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved