Pemerintah Kota Sabang Keluarkan Seruan Bersama Terkait Malam Tahun Baru, Ini Isinya

FORKOPIMDA Kota Sabang mengeluarkan seruan yang melarang bagi umat muslim merayakan puncak malam akhir tahun.

Pemerintah Kota Sabang Keluarkan Seruan Bersama Terkait Malam Tahun Baru, Ini Isinya
For Serambinews.com
Pemerintah Kota Sabang mengeluarkan Seruan bersama terkait malam tahun baru 

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Pemerintah Kota Sabang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Sabang mengeluarkan seruan yang melarang bagi umat muslim merayakan puncak malam akhir tahun.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom melalui Kepala Bagian Umum dan Humas Pemerintah Kota Sabang, Bahrul Fikri S.STP MM mengatakan, kunjungan wisatawan memang perlu diprioritaskan, mengingat Kota Sabang merupakan kawasan wisata yang Islami, tetapi diharapkan kepada semua masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Sabang agar mematuhi seruan bersama yang telah disepakati.

"Kita coba ciptakan Kota Sabang ini sebagai kota wisata yang Islami, dimana pada akhir tahun ini tidak ada perayaan dalam bentuk apapun" terangnya.

Himbauan atau seruan tersebut juga dikeluarkan pada tahun- tahun sebelumnya, yang di rangkum dalam seruan bersama dan ditandatangani oleh Wali Kota Sabang bersama unsur Forkopimda Kota Sabang yang isinya seperti tidak melakukan hal-hal yang sifatnya ugal-ugalan, hura-hura seperti meniup terompet, menyalakan kembang api, minum minuman keras dan semua bentuk kegiatan yang diharamkan dalam islam.

Lebih lanjut Bahrul Fikri juga mengingatkan agar tidak mengadakan kegiatan yang bernuansa islam seperti dzikir, yasinan, taushiyah atau lain sejenisnya, karena hal itu dapat menyesatkan pemahaman masyarakat islam yang seolah-olah perayaan tahun baru masehi diperbolehkan menurut islam.

Kepada pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara agar dapat menyesuaikan sikap, perilaku dan pakaian dengan kondisi adat, budaya masyarakat Kota Sabang yang melaksanakan syariat islam.

Untuk para pedagang, pemilik hotel/penginapan, restoran dan cafe untuk tidak memfasilitasi kegiatan penyambutan tahun baru 2019 masehi dengan barang-barang serta atribut yang dapat mendukung kegiatan yang bertentangan dengan unsur-unsur syariat islam yang berlaku.

"Tidak hanya pada saat tahun baru, pada hari-hari biasa pun tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam karena Sabang masih dalam kawasan Syariat islam, jadi wisatanya juga harus wisata Islami" tambahnya. (*)

Baca: Billboard Besar Tsamara Amany Disegel Karena Langgar Aturan, Ini Penjelasan Kasatpol PP DKI

Baca: BPJS Lhokseumawe Bantu Pembangunan Masjid di Aceh Utara

Baca: Banyak Registrasi Kartu SIM Prabayar Gunakan Identitas Pihak Lain, Pelanggar Bakal Diblokir

Penulis: Ibrahim Aji
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved