Dari Balik Jeruji Besi, S Tulis Surat Permintaan Maaf

Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (26/12) berhasil menangkap pria berinisial S asal Meunasah Rayeuk

Dari Balik Jeruji Besi, S  Tulis Surat Permintaan Maaf
SERAMBI/MASRIZAL
Ketua TKD Aceh, Irwansyah menyambut keluarga S, tersangka penyebar video hoaks cawapres RI nomor urut 02, KH Ma'ruf Amin yang berkostum sinterklas mendatangi Kantor TKD Aceh di Batoh, Banda Aceh, Sabtu (29/12). SERAMBI/MASRIZAL 

BANDA ACEH - Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (26/12) berhasil menangkap pria berinisial S asal Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara atas kasus penyebar video hasil editan calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, berkostum sinterklas.

Saat ini tersangka S ditahan di Mapolda Aceh guna pemeriksaan lebih anjut. Di sisi lain, tim Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe juga sedang memburu satu lagi tersangka yang diduga terlibat dalam pembuatan video hoaks tersebut.

Sejak ditahan, S telah dijenguk oleh pihak keluarga, termasuk oleh Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh untuk Jokowi-Ma’ruf Amin, Irwansyah bersama anggotanya. Dari balik jeruji besi, ternyata tersangka S telah menulis surat permohonan maaf atas perbuatannya.

“Ini ada surat permohonan maaf yang ditulis langsung oleh Tgk S,” kata bibi S, Nailatul Amal saat mendatangi Kantor TKD Aceh, Sabtu (29/12). Surat itu ditulis sendiri oleh tersangka S disebuah buku milik bibinya tersebut.

Inti surat itu, tersangka S meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukannya. “Terus terang yang saya lakukan adalah bukan unsur kesengajaan untuk menyebarkan ujaran kebencian tetapi gerak reflek tanpa tujuan untuk menjatuhkan pihak-pihak terkait,” kata S dalam suratnya.

Nailatul Amal dan suaminya Bahafuddin bersama adik sepupu tersangka, Muhammad Adami M Nur mendatangi Kantor Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh untuk Jokowi-Ma’ruf Amin di Batoh, Banda Aceh, Sabtu(29/12). Mereka disambut oleh Ketua TKD Aceh, Irwansyah alias Muksalmina dan Direktur Komunikasi TKD Aceh, Ali Raban. “Kami datang ke tempat ini ingin menyampaikan permintaan maaf atas apa yang telah dilakukan anak kami Tgk S,” kata Nailatul.

Dia berharap, TKD Aceh bisa membantu pihak keluarga mencari solusi agar persoalan yang dihadapi S bisa segera diselesaikan. Nailatul mengungkapkan bahwa keponakannya tersebut selama ini hanya tercatat sebagai santri di salah satu dayah di Aceh dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Menurut Nailatul, pihak keluarga telah menjenguk S di Mapolda Aceh, Jumat (28/12) malam. Dia mengatakan, saat ini S dalam kondisi baik-baik saja. “Kami berharap anak kami dimaafkan oleh pihak terkait, khususnya KH Ma’ruf dan diberi keringanan (dalam menghadapi proses hukum),” ungkapnya.

Terpisah, tim relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin Aceh kemarin juga mengunjugi tersangka S (31) di Mapolda Aceh. Mereka terdiri dari Samsul B Ibrahim selaku Wakil Ketua DPP Teman Jokowi dan Haekal Afifa Korwil Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) serta didampingi oleh Muslem Hamdani dari Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Aceh, dan Marbawi Yusuf selaku Sekjen Rabithah Thaliban Aceh. “Kedatangan kami untuk bertemu dengan tersangka sekaligus silaturrahmi dengan Wakapolda Aceh,” ujar Haekal Afifa.

Menurut Haekal, kedatangan tim relawan Jokowi-Ma’ruf serta beberapa lembaga santri tersebut untuk memberi dukungan moril kepada tersangka yang juga berasal dari kalangan dayah itu. “Kami sebagai sama-sama kalangan dayah secara pribadi memberikan dukungan moril kepada tersangka. Secara kelembagaan kami sangat menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Polda Aceh,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum menuju ke Mapolda tim nya sudah berkoordinasi dengan Ketua PWNU Aceh, Tgk Faisal Ali dan Rais Syuriah PWNU Aceh Waled Nuruzzahri. “Waled Nu dan Lem Faisal memberikan dukungan kepada kita untuk mendampingi kasus ini seraya berpesan untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tambah Haekal.(mas/dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved