Pijay Canangkan 2.000 Ha Lahan Jagung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) mencanangkan penanaman jagung di area 2.000 hektare pada 2019 ini

Pijay Canangkan 2.000 Ha Lahan Jagung
SERAMBI/ABDULLAH GANI
PENGEMBANGAN jagung di Pidie jaya kini semakin meluas. Sejumlah anggota Yon Armet 17/Komposit Paru Kecamatan Bandarbaru, Rabu (2/1) memanen jagung di lahan komplek tersebut.SERAMBI/ABDULLAH GANI 

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) mencanangkan penanaman jagung di area 2.000 hektare pada 2019 ini. Delapan kecamatan menjadi sasaran tanaman jagung, terutama Bandardua, Bandarbaru dan Trienggadeng,

Kadis Pertanian dan Pangan Pijay, drh Muzakkir Muhammad MM kepada Serambi, Rabu (2/1) menyatakan dua kecamatan sudah mengembangkan tanaman jagung yakni Bandardua dan Bandarbaru. Disebutkan, kecamatan lainnya, Meurahdua, Panteraja, Meureudu dan Trienggadeng tidak memiliki area yang luas, tetapi tetap akan dikembangkan.

Dia menjelaskan penenaman jagung dalam tiga tahun terakhir ini semakin meluas dan merata di semua kecamatan, sehingga pada 2019 ini, target penanaman sekitar 2.000 hektare. Muzakkir menjelaskan sasaran utama penanaman komoditi pada lahan kering atau sawah yang kondisi tanahnya akan ditinjau dari tofografi dengan varietas benih Pioner dan Bisi.

Kadistanpang Pijay Muzakkir yang didampingi Kabid Produksi, Safri SP MP menyampaikan hal itu seusai panen jagug bersama Komandan Kompi (Danki) Baterai Tempur B Yon Armet 17/Komposit, Lettu (Inf) B.O Siallagan di komplek TNI tersebut, kemarin.

Muzakkir menyatakan hasil produksi jagung di lahan TNI sekitar 8 ton/hektare dengan harga pipilan di pasar, Rp 4.000/kg. Disebutkan, rencana area jagung di 2.000 ha, bersumber dari bantuan APBN 2019 sebanyak 1.000 ha, DOKA 50 ha dan APBK Pijak 100 ha, serta 400 ha dari swadaya petani.

Dia menambahkan anggota TNi dari Yon Armet 17/Komposit di Paru menanam jagung di area 2 ha. BO Siallagan kepada Serambi di sela-sela memantau panen bersama Kadistanpang Pijay menyatakan memanfaatkan lahan kosong di komplek markas yang dipimpinnya untuk bertani, sehingga dapat menambah pendapatan prajurit.

Dia mengatakan jika lahan dibiarkan kosong, maka akan dipenuhi alang-alang. “Dari pada mubazir, lahan ini kami manfaatkan untuk bertani dan untuk pertama kalinya tanaman jagung,” ujarnya. Dikatakan, tanaman lainnya juga akan diupayakan ditanam, seperi cabai, bawang atau tomat, tetapi tenaga penyuluh harus siap membantu pihaknya selama bertani.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved