Hingga Jumat Pagi, Gunung Anak Krakatau Sudah 13 Kali Gempa Letusan, Semburan Asap 1.000 Meter

Sejak Jumat (4/1) pukul 00.00 wib hingga pagi ini tercatat 13 kali terjadi gempa letusan dengan amplitudo 15-22 mm dan durasi 40-110 detik.

Hingga Jumat Pagi, Gunung Anak Krakatau Sudah 13 Kali Gempa Letusan, Semburan Asap 1.000 Meter
Dokumentasi Pokdarwis Pulau Sebesi
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau. PVMBG menginformasikan bahwa Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Kamis (3/1/2019) pukul 12:03 WIB 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

SERAMBINEWS.COM, KALIANDA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (DAK) diselat Sunda masih terus aktif.

Sejak Jumat (4/1) pukul 00.00 wib hingga pagi ini tercatat 13 kali terjadi gempa letusan dengan amplitudo 15-22 mm dan durasi 40-110 detik.

Juga terpantau adanya gempa hembusan sebanyak 5 kali dengan amplitudo 14-21 mm dan durasi 35-65 detik.

Juga masih tercatat adanya gempa mikro tremor (tremor menerus) dengan amplitudo 2-21 (dominan 6 mm).

"Juga teramati adanya asap kawah bertekanan sedang berwarna putih dengan intensistas tebal berketinggian 1.000 meter," terang Andi Suardi Petugas pos pantau GAK di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa.

Hingga kini status GAK masih pada level III Siaga.

Dimana para nelayan dan juga pengunjung dilarang mendekati gunung api tersebut dalam jarak 5 kilometer.

GAK sendiri merupakan gunung api yang tumbuh di lokasi bekas letusan dasyat Krakatau pada 1883 silam.

Gunung api ini mulai muncul ke permukaan laut sejak tahun 1930 silam.

Baca: Terkait Kerja Paksa 300 Mahasiswa Indonesia di Taiwan, Kemlu: Skema Kuliah Magang Harus Dibenahi

Baca: Lumpur Akibat Banjir Bandang Agara belum Bersih, Bupati Raidin Pinim Berharap Segera Turun Hujan

Baca: Cecilia Takut Lihat Indonesia 2019, Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Percayai Anak Indigo

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved