Puskesmas Babahrot Kosong Dokter

Sejumlah warga di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan tidak adanya dokter di puskesmas setempat

Puskesmas Babahrot Kosong Dokter
Net
Ilustrasi Puskesmas 

* Warga Kesulitan untuk Berobat

BLANGPIDIE - Sejumlah warga di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan tidak adanya dokter di puskesmas setempat, sejak beberapa pekan terakhir. Akibatnya, banyak masyarakat yang ingin berobat ke puskesmas itu terpaksa pulang kembali karena tak mendapat pelayanan dokter, kecuali sebagiannya ditangani oleh tenaga paramedis.

Adi, salah seorang warga Babahrot mengaku, dia cukup kesulitan untuk berobat ekses tidak adanya dokter di puskesmas tersebut. “Kalau tidak ada dokter, selain kita tidak bisa berobat, kita juga tidak bisa dapat surat rujukan untuk berobat ke dokter spesialis,” ujar Adi kepada Serambi, Sabtu (5/1).

Oleh sebab itu, Adi meminta, Dinas Kesehatan Abdya segera mengatasi permasalahan ini dengan menempatkan atau menambahkan dokter di Puskesmas Babahrot. “Minimal ada beberapa dokter, tidak satu orang saja sehingga kalau ada yang sakit atau berhalangan, ada dokter pengganti,” pintanya.

Hal Senada disampaikan Herman, warga Babahrot lainnya. Ia membenarkan, sejak berapa pekan terakhir, Puskesmas Babahrot memang tidak memiliki dokter. “Kami mohon dinas terkait segera menambah dokter di sini, mengingatkan masyarakat sangat kewalahan untuk mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Babahrot ini,” ucapnya.

Berobat ke Luar Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati SST MKes saat dihubungi Serambi, kemarin, mengaku, bahwa dokter yang selama ini bertugas di Puskesmas Babahrot sedang sakit dan berobat ke luar daerah. “Iya, memang kosong karena dokternya berobat ke Medan,” ujar Safliati SST MKes.

Namun, ulas Kadinkes, pihaknya sudah meminta kepada para kepala puskesmas agar para dokter kontrak tetap bekerja seperti biasa sambil menunggu perpanjangan SK. “Kalau di Babahrot itu, selain dokter PNS, ada tiga dokter kontrak, yakni satu dokter gigi dan dua dokter umum. Jadi, tidak perlu ditambah, ini hanya menunggu perpanjangan SK saja,” pungkasnya.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved