Irwandi Mengaku Bangun 200-an Rumah Duafa Secara Pribadi, tak Dipasangi Spanduk Partai atau Pribadi

Irwandi mengatakan, rumah yang dibangun bagi kaum duafa itu sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya dirinya dalam Pilkada 2017

Irwandi Mengaku Bangun 200-an Rumah Duafa Secara Pribadi, tak Dipasangi Spanduk Partai atau Pribadi
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (17/12/2018). 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS COM, JAKARTA - Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf dan tim relawan mengaku sudah membangun 200-an rumah kaum duafa yang dibiayai secara pribadi.

"Kalau sekarang ada program pemerintah merehab rumah masyarakat tidak mampu, tentu haruslah lebih baik dari yang  kami kerjakan dulu," kata Irwandi Yusuf menceritakan program "bedah rumah" yang dilakukan relawannya sesaat setelah ia terpilih sebagai gubernur Aceh.

Irwandi ditemui di Gedung Tipikor Jakarta, Senin (7/1/2019) sebelum menjalani sidang lanjutan kasus yang menjeratnya.

Kementerian PUPR bersama-sama dengan pemerintah daerah dan komunitas warga di Aceh saat ini sedang membangun 2005 unit rumah dalam program stimulus perumahaan swadaya bagi masyaraat kurang mampu.

Terbanyak di Aceh Timur 600 unit lebih.

Selebihnya tersebar di Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.

Baca: Irwandi Yusuf Kembali Disidang, Empat Pejabat dari Aceh Ini Bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta

Baca: MUQ Pagar Air Miliki Swalayan, 10 Persen Keuntungan untuk Penghafal Alquran

Irwandi Yusuf mengatakan, rumah yang ia bangun bagi kaum duafa itu sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya dirinya sebagai pemimpin Aceh dalam Pilkada 2017.

"Sendainya saya tidak sedang berurusan dengan persidangan dan ditahan KPK, program itu tetap kami lanjutkan," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada atribut partai atau atribut pribadinya dipasang di tiap rumah yang dibangun, Irwandi mengatakan, sama sekali tidak ada.

"Haha.. Kami tak pasang sepanduk lah.. Masa udah bangun rumah lalu dipasang spanduk," kata Irwandi sambil tertawa.

Disebutkan, rumah warga kurang mampu yang dibangun setelah melalui seleksi dan survei yang dilakukan tim relawan.

"Setelah diteliti, kalau memenuhi syarat langsung dibangun dan begitu selesai diserahkan kepada pemiliknya. Semua gratis," ujarnya.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved