Majelis Hakim Tolak Eksepsi PNA, Gugatan Anggota DPRK Sabang Berlanjut

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sabang membacakan putusan sela pada Rabu (9/1/2019) terkait gugatan anggota DPRK setempat,

Majelis Hakim Tolak Eksepsi PNA, Gugatan Anggota DPRK Sabang Berlanjut
PNA 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sabang membacakan putusan sela pada Rabu (9/1/2019) terkait gugatan anggota DPRK setempat, Hasan Basri terhadap Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang melakukan pergantian antarwaktu (PAW) dirinya.

Dalam putusannya, majelis hakim menolak eksepsi dari Tergugat I (PNA).

Artinya, gugatan tersebut akan berlanjut pada proses persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi dan bukti-bukti sebagai pembuktian.

Putusan sela itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Zulfikar didampingi dua hakim anggota Syihabuddin dan Junita.

Baca: Kader PNA Sabang Gugat Partainya

Pada intinya, majelis hakim menyatakan bahwa PN Sabang berwenang untuk mengadili sengketa partai politik.

Kuasa Hukum Hasan Basri kepada Serambi, Kamis (10/1/2019) meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan pihak yang terkait untuk tidak memproses pengusulan PAW yang diajukan PNA sebelum adanya putusan inkrah.

“Kepada Plt Gubernur Aceh kami meminta untuk tidak menindaklanjuti proses PAW klien kami sampai ada putusan pengadilan yang bekekuatan hukum tetap, yang menyatakan sah atau tidak PAW tersebut,” katanya.

Baca: Tidak Terima di PAW, Kader PNA Sabang Gugat Partainya ke Pengadilan

Sementara Kuasa Hukum PNA, Isfanuddin Amir SH mengatakan bahwa pihaknya sudah siap menghadapi proses persidangan tersebut dengan melampirkan semua dokumen-dokumen dan saksi-saksi yang diminta.

Menurutnya, Hasan Basri diganti dengan Munawwir Al Bahri karena dia telah mengundurkan diri dari PNA Sabang karena maju kembali sebagai calon anggota DPRK untuk kedua kalinya melalui Partai Golkar pada Pileg 2019.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRK Sabang dari Partai Nasional Aceh (sekarang Partai Nanggroe Aceh), Hasan Basri , menggugat keputusan partainya yang mengusulkan PAW dirinya dari kursi DPRK Sabang ke PN Sabang pada Jumat, 7 Desember 2018.

Dia tidak terima di PAW karena dia menjabat anggota DPRK Sabang atas usulan Partai Nasional Aceh bukan Partai Nanggroe Aceh.

Sehingga dia menilai tidak berhak Partai Nanggroe Aceh mengganti dirinya dari jabatannya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved