Polemik Tiket Pesawat

Lonjakan Pengurusan Paspor Terkait Mahalnya Tiket Pesawat

Melonjaknya jumlah pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas IIA Banda Aceh sejak dua bulan terakhir

Lonjakan Pengurusan Paspor Terkait Mahalnya Tiket Pesawat
SERAMBI/HARI MAHARDHIKA
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Banda Aceh, Muhammad Hatta, memberi arahan kepada warga yang datang ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Banda Aceh, Sabtu (12/1). Menyusul harga tiket penerbangan domestik mengalami kenaikan, pihak imigrasi mengakui bahwa kuota paspor juga mengalami kenaikan. 

BANDA ACEH - Melonjaknya jumlah pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas IIA Banda Aceh sejak dua bulan terakhir diyakini berkaitan dengan mahalnya harga tiket pesawat rute domestik sehingga masyarakat menyiasati dengan menggunakan penerbangan rute internasional, meski sebatas transit sebelum kembali ke bandara tujuan lainnya di dalam negeri.

Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas IIA Banda Aceh, Irawan melalui Kasi Lalu Lintas Keimigrasian, Muhammad Hatta menjawab Serambi, Sabtu (12/1) mengatakan, sejak Desember hingga Januari ini jumlah pemohon pembuatan paspor meningkat. Rata-rata terdapat sekitar 200-an paspor yang dikeluarkan imigrasi setiap harinya. Padahal, pada bulan lainnya hanya sekitar 120-an orang setiap harinya.

Menurutnya, ada beberapa penyebab meningkatnya pengurus paspor, yaitu memasuki musim liburan saat pergantian tahun dan dimulainya pembuatan paspor untuk jamaah haji dari sejumlah kabupaten/kota.

“Selain itu, juga dampak naiknya harga tiket pesawat domestik sejak beberapa bulan ini, sehingga masyarakat memutuskan transit di Kuala Lumpur, kemudian baru melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Tanah Air,” ujar Muhammad Hatta.

Informasi adanya warga Aceh yang mengurus paspor hanya untuk transit di Kuala Lumpur diketahui saat petugas imigrasi melakukan wawancara dengan pengaju paspor. Mereka mengaku memilih penerbangan via Kuala Lumpur hanya untuk mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Karena, harga tiket penerbangan langsung ke Jakarta dan penerbangan ke Jakarta via Kuala Lumpur bisa terjadi selisih harga hingga Rp 1 jutaan.

Ia menceritakan, sekitar dua hari yang lalu terdapat 24 pengaju yang melakukan antrean secara online di Kantor Imigrasi Banda Aceh. Dari jumlah tersebut, setengah di antaranya mengurus paspor hanya untuk kebutuhan transit. Kepada petugas, salah satu pengaju paspor mengaku sebagai mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya. Sehingga ia mencari tiket murah saat balik ke Surabya dan hanya menemukan melalui penerbangan via Kuala Lumpur.

Namun berdasarkan hasil wawancara sebagian besar pengurus paspor tersebut memang ingin berkunjung ke Malaysia. Tujuannya pun bermacam-macam, ada yang ingin berobat, berwisata, hingga mengunjungi kerabat yang menetap di negeri jiran tersebut.

Hatta menambahkan, saat ini untuk mengurus paspor, warga dapat melakukan dengan mengambil antrean manual di Kantor Imigrasi dan antrean online melalui website antrian.imigrasi.go.id/layananbeta. Paspor akan selesai dalam waktu tiga hari setelah pembayaran di bank/kantor pos.

Persyaratan bagi warga yang ingin mengurus paspor yaitu melampirkan KTP, kartu keluarga, dan akte kelahiran/ijazah/surat nikah, baik asli maupun yang foto kopi. Sedangkan bagi yang ingin mengurus paspor anak di bawah umur harus melampirkan KTP kedua orang tua, KK, akte kelahiran, buku nikah orang tua, paspor orang tua, dan surat pernyataan orang tua.

“Sedangkan bagi yang ingin mengganti paspor atau perpanjangan cukup melampirkan KTP dan paspor yang lama, karena datanya sudah ada. Namun baik urus baru atau perpanjangan biayanya tetap Rp 355.000 yang dibayar melalui bank atau kantor pos,” ujar Hatta.

Rima, seorang warga yang mengurus paspor di Kantor Imigrasi Banda Aceh mengatakan, ia sudah mengawali proses sejak Kamis lalu. Hari pertama ia datang mengambil antrean, karena yang mengurus sangat ramai, ia harus kembali kemarin untuk perekaman dan pembayaran. “Katanya akan selesai Kamis (17/1), padahal kata orang kalau lagi tidak ramai, biasanya tiga hari sudah selesai,” ujarnya.

Ia mengurus paspor untuk liburan ke Kuala Lumpur pada akhir Januari nanti. Rima mengaku memilih liburan ke Kuala Lumpur karena tiket yang lebih murah dibanding liburan ke Pulau Jawa. “Dari Banda Aceh-Kuala Lumpur dapat Rp 550.000, kalau ke Jakarta bisa Rp 1,5 juta lebih hanya untuk sekali jalan,” ujar Rima. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved